Potretkota.com - Soal Gunung Merapi, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida meminta agar masyarakat sekitar tenang. Hal tersebut disampaikan karena aktivitas Merapi masih tergolong kecil, di bawah radius 3 kilometer.
“Guguran intensitasnya masih sangat jarang, jadi ini belum signifikan dan belum berbahaya. Warga (sekitar Merapi) diharap tetap tenang serta selalu mengantisipasi guguran akibat abu vulkanik,” kata Hanik Humaida kepada wartawan, Senin (25/2/2019).
Baca Juga: Akibat Hujan Angin, Atap Gedung PGRI Ambruk
Seperti diketahui, minggu lalu terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 57 mm/jam selama 70 menit. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Baca Juga: Rumah Warga Nyaris Roboh Akibat Tanah Longsor
Hanya saja tercatat 7 kali gempa Awanpanas (PF), 28 kali gempa Hembusan (DG), 8 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 22 kali gempa Fase Banyak (MP), 226 kali gempa Guguran (RF), 13 kali gempa Low Frekuensi (LF) dan 10 kali gempa Tektonik (TT). (Hyu)
Editor : Redaksi