Potretkota.com - Ditinjau dari sisi ekspor nasional, Jawa Timur (Jatim) memberikan sumbangan sebesar 11,38 persen dari total niIai ekspor pada periode Januari-Febuari 2019. Tahun ini, pertanian Jatim telah melakukan ekspor kopi dan daun kelor.
Kepala Karantina Surabaya Musyaffak Fauzi menyatakan, ekspor komoditas tumbuhan didominasi oleh komoditas plywood, kopi, cengkeh, margarin, daun kalor, rumput laut, CPO, pala, tembakau dan kakao. “Total mencapai kisaran Rp 24,8 miliar,” katanya, Kamis (21/3/2019), di Terminal Petikemas Surabaya (TPS).
Baca Juga: Sisa Kas Cuma Rp75 Juta, Perumda Panglungan Nekat Pinjam Dagulir Bank UMKM Jatim Rp1,5 Miliar
Untuk kopi sendiri, dieksport ke Belgia 19 ton sedangkan daun kelor dikirim ke Korea Selatan 20 ton. “Ini baru pertama kali ekspor daun kelor,” papar Musyaffak Fauzi, didampingi Gubernur Jawa Timur, Dra. Khoflfah Indar Parawansa, M.Si.
Sedangkan komoditas hewan dan produk hewan didominasi oleh sarang burung walet, susu dan porduk olahannya, bulu dan produk olahannya, domba potong, ular jali, pakan hewan temak, kulit kadi, premix, dan serangga hidup.
Baca Juga: BPOM dan TPS Lepas Ekspor Rempah ke Amerika Serikat
.jpg)
Perlu diketahui, tahun 2018 volume dan nilai urutan tertinggi ekspor dari Jatim tahun 2018 adalah tembakau. Untuk komoditas hewan dan produk hewan, sarang burung walet tetap menjadi unggulan. Pruduk ini dikirim ke 12 negara, yakni Amerika Serikat, Australia, Cina, Denmark, Hong Kong, Jepang, Kanada, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.
Baca Juga: Kapolres Pimpin Doa Aksi Unjuk Rasa Petani Desa Sumberanyar
“Kita dukung dan dorong ekspor komoditas pertanian Jawa Timur dengan merapatkan barisan sena bersinergi dengan instansi terkait. Karena Jawa Timur memiliki potensi yang besar di sektor pertanian khususnya Sarang Burung Walet yang mempunyai nilai ekonomis tinggi di pasar dunia,” tambah Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, Ir. Ali Jamil, MP, PhD.
Kegiatan ekspor tersebut merupakan inisiasi Kementan melalui Badan Karantina Pertanian dengan program ‘Ayo Galakkan Ekspor, Generasi Milenial Bangsa (Agro Gemilang) 2019’ yang bertujuan untuk meningkatkan jumIah ekspor komoditas pertanian berbasis wilayah sekaligus menambah jumIah eksportir di sektor pertanian. (Hyu)
Editor : Redaksi