Potretkota.com - Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Benteng Surabaya, yang sebelumnya totalitas mendukung Capres 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, maju sebagai Presiden petahana 2019-2024, saat ini bernasib sial. Karena, sehari setelah ada pengumuman pemenang dari Mahkamah Konstitusi (MK) para PKL loyalis Presiden asal Solo ini diobrak Satpol PP Pemkot Surabaya.
"Kami selalu dilibatkan untuk mendukung Kampanye Pak Jokowi-Maruf. Tapi sekarang setelah ada pengumuman MK, kok malah PKL kami tidak boleh beraktifitas," kata Bakri, salah satu koordinator PKL, Jalan Benteng, Pabean Cantikan Surabaya.
Baca Juga: Kopling Sawah, Bisnis Sederhana di Pasuruan Untung Jutaan Rupiah
Menurutnya, sudah beberapa kali pihak PKL yang berjumlah 12 negosiasi dengan pihak Satpol PP namun belum juga ada solusi. "Harusnya ada solusi. Mereka para PKL juga butuh makan. Apalagi mereka yang butuh biaya pendidikan," tambah Bakri, penertiban tidak ada surat peringatan terlebih dahulu.
Baca Juga: Satpol PP Kota Pasuruan Surati Warung di Kecamatan Gadingrejo
Jika tidak ada titik temu, Bakri bersama para PKL berencana mengadukan nasibnya ke DPRD Kota Surabaya. "Kalau tidak ada solusi, kami akan mengadu ke Dewan," pungkasnya.
Baca Juga: Karaoke Berkedok Warung di Pasuruan Akhirnya Dibubarkan
Sementara, Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya Piter Frans Rumaseb, saat dikonfirmasi alasan penertiban, berdalih sibuk. "Saya masih ada kegiatan," dalihnya. (Tio)
Editor : Redaksi