Dewan Minta Ada Evaluasi

Silpa APBD Kota Surabaya Tiap Tahunnya Tinggi

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Sisa Lebih Pembelanjaan Anggaran (Silpa) APBD Surabaya periode 2018 mencapai Rp 1,2 miliar. Sehingga mengundang perhatian anggota dewan. Banyaknya anggota dewan yang menyoroti Silpa yang begitu gede dikarenakam belanja alat lebih besar dari belanja modal.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PKB, Hj. Laila Mufidah, S.Ag, menyayangkan besaran Silpa tersebut. Menurutnya, penyerapan APBD itu, terbilang gemuk dibelanja modal bukan dibelanja alat. Sebab, belanja modal digunakan untuk pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat Surabaya.

Baca Juga: Menolak Lupa: Uang Korupsi Hasil Kejahatan Putu Harry Sasmita Mengalir ke Diah Irawati

Berdasar Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Surabaya 2018 menunjukan Silpa APBD 2018 mencapai Rp 1,2 triliun. Karena, tingginya Silpa itu, sehingga dewan minta anggaran silpa di APBD Surabaya 2018 supaya diprioritaskan untuk program penanganan pengangguran di Surabaya yang angkanya masih terbilang tinggi.

Agak berbeda dengan sikap Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang menginginkan Silpa digunakan untuk pembebasan lahan dan penambahaan ruang kelas SMP Negeri. Namun, menurut wanita yang kerab disapa Bunda Laila itu, kwatir tingginya angka Silpa tersebut dikarenakan ada kegagalan program. Sehingga, serapan belanja yang dilakukan itu tidak maksimal.

“Angka Silpa Pemkot Surabaya setiap tahunnya selalu di angka Rp 1 triliun dan selalu mengalami kenaikan,” kata Laila di ruang kerjanya, Selasa (7/1/2020).

Baca Juga: Putu Harry Sasmita Ancam Independensi Jurnalistik

Untuk itu, pihaknya selalu mempertanyakan penyebab tingginya Silpa setiap tahunnya. Namun, memurut Bunda Laila tersebut, Pemkot Surabaya selalu menegaskan dikarenakan adanya efisiensi.

Silpa Pemkot Surabaya tahun 2016 sebesar Rp 1 triliun, tahun 2017 mencapai Rp 1,1 trilun rupiah dan tahun 2018 Rp 1,2 triliun. "Jangan sampai Silpa tahun 2019 juga akan lebih tinggi dari Silpa tahun terdahulu," tegas Bendahara DPC PKB Surabaya itu.

Baca Juga: Misi Dagang Luar Negeri Disperindag Pemprov Jatim Disoal

Oleh karena itu, pihaknya meminta tingginya Silpa untuk APBD Kota Surabaya 2018 bisa dialokasikan pada pengurangan angka pengangguran. Karena dirasa angka pengangguran di Kota Pahlawan masih begitu tinggi. Dilihat dari angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPG) di Surabaya pada tahun 2017 mencapai 5,98 persen, dan di 2018 naik menjadi 6,12 persen.

Lebih lanjut, Laila berharap supaya program kerja Pemerintah dapat dievaluasi. Sehingga serapan anggaran belanja kedepannya tepat sasaran dan bisa maksimal. “Kalau serapan anggaran belanja tepat sasaran, maka Silpa tahun 2019 pasti lebih rendah. Karena serapan atas program Pemkot itu pasti maksimal,” pungkasnya. (Qin)

Berita Terbaru