Bantuan tak Merata, PSBB Surabaya Jilid-2 Dimulai

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Guna memutus rantai penyebaran Covid-19 atau Virus Corona, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Untuk penanganannya, Pemkot Surabaya tak main-main anggarkan Rp 196 miliar.

Sayangnya, anggaran Rp 196 miliar peruntukanya tidak jelas. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Senin 6 April lalu mengadakan teleconconference dengan DPRD Surabaya dan membicarakan penanganan pandemi Virus Corona di Surabaya.

Baca Juga: Advokat Sebut Terdakwa Rugi Miliaran di Proyek TPA Winongo, Jaksa KPK: Hanya Klaim Sepihak

Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Camelia Habiba saat itu menyebut, dari anga Rp 196 miliar yang dilaporkan Tri Rismaharini, katanya untuk penanganan medis hanya kebagian Rp 36 miliar, sedangkan sisanya difokuskan untuk pembelian bahan pangan atau pembagian sembako kepada warga Surabaya.

Dari penelusuran Potretkota.com, Pemkot Surabaya selain menyedot anggaran negara, juga menerima bantuan dari perusahaan swasta. Bantuan swata itu berada di Gedung Convention Hall, Jl. Arief Rahman Hakim Surabaya.

Baca Juga: Sidang CSR TPA Winongo Madiun Ungkap Proyek Fiktif di Dinas PUPR

Bantuan dari swasta tersebut masih dipilah-pilah belum digelontorkan seluruhnya. Nantinya, batuan dari pihak swasta didistrbusikan Pemkot Surabaya. "Kami cuma membantu mengemasi, nantinya dikirim ke Kecamatan," jelas salah satu pegawai kepada Potretkota.com.

Meski demikian, hingga PSBB jilid 2 dimulai, Selasa (12/5/2020) hingga dua pekan mendatang, bantuan tidak sepenuhnya mengalir ke masyarakat Surabaya. Terbukti, di Kelurahan Gading sendiri terlihat masih ada tumpukan sembako dalam kantor yang sedang keadaan terkunci.

Baca Juga: Ali Masngudi Politikus Demokrat Madiun Akui Simpan Dana Rp400 Juta Milik Pengusaha Perumahan

Tutupanya Kantor Kelurahan di Surabaya itu disebut Jefri Humas Pemkot Surabaya merupakan kebijakan dari WFH (Work From Home), Senin (11/5/2020). "Kerena itu ada kebijakan WFH secara bergantian," singkatnya. (Tio)

Berita Terbaru