Potretkota.com - Sejak turunnya hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan, membuat sejumlah sungai meluap. Akibatnya beberapa Kecamatan terendam air, diantaranya Gempol, Pandaan, Beji dan Bangil.
Dampak lain adanya hujan, membuat area persawahan, akses jalan ikut terendam air. Bahkan tak sedikit pula air masuk kedalam rumah warga. Namun banjir yang terparah berada di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji. Disana, hampir seluruh Desa terkena luapan air. Diperkirakan ada 350 Kepala Keluarga (KK) yang terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter, Senin (2/11/2020)
Baca Juga: Hujan Deras, 5 Dusun di Kabupaten Pasuruan Terendam Banjir
Kepala Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, Rizky Wahyuni mengatakan, turun hujan membuat sungai wrati menjadi meluap. Sungai itu dekat dengan Desa Kedungringin. "Meluapnya sungai itu, membuat dua Dusun Balungbendo dan Kedungringin tengah, Desa Kedungringin mengalami kebanjiran. Banjirnya mencapai ketinggian 1,5 meter," ucapnya.
Menurut Rizky, turunya air hujan yang memasuki pemukiman warga terjadi pada Sabtu (31/10/2020) sampai Senin (02/11/2020). Adanya hal itu, membuat Dusun Balungrejo dan Kedungringin Tengah yang awalnya hanya sebatas mata kaki, kini banjirnya naik. Mengetahui hal ini, Pemerintah Desa langsung berkoordinasi dengan pihak Muspika Beji untuk diteruskan pada instansi terkait, tentunya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Baca Juga: ITS Bantu Mahasiswa Korban Bencana Sumatera dan Aceh
"Total 350 Kepala Keluarga rumahnya terendam banjir dan seluruh aktivitas warga lumpuh total. Atas kejadian ini, pemerintah desa langsung mendirikan dapur umum dan posko tanggap bencana bersama teman-teman DAS Wrati Sinergi," jelas Rizky.
Sementara Camat Beji, Thifaqul Ghony menyampaikan, berkat kordinasi cepat dan terarah semua unsur yang ada, telah bisa mengatasi keperluan warga terdampak banjir. Untuk wilayah yang terdampak banjir luapan sungai wrati yakni Desa Cangkringmalang, Kedungringin dan Kedungboto. Namun dampak banjir yang terparah berada di Dusun Balungrejo dan Dusun Kedungringin tengah, Desa Kedungringin terendam air dengan ketinggian 1,5 meter. "Dari kejadian itu sejumlah pihak langsung memberikan bantuan dan membagikan 500 nasi bungkus, 20 dos air mineral, perahu karet," ujarnya.
Baca Juga: Mahasiswi ITS Hilang Kontak dengan Ayahnya Akibat Banjir Aceh
Sekedar diketahui, banjir kali ini merupakan banjir yang terparah selama kurun waktu 5 tahun belakangan. Berbagi instansi diantaraya Polres Pasuruan, Kodim 0819 Pasuruan, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, DAS Wrati Sinergi antusias membantu saat penanganan awal. (Mat)
Editor : Redaksi