Potretkota.com - Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pasuruan telah menggelar hari jadi yang ke-17 tahun. Acara tersebut dilakukan di Pancar Air terletak Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Senin (8/3/2021)
Dalam acara itu, Tagana mengangkat tema ‘Sinergi Bersama Multi Pihak’. Tak hanya itu, sejumlah anggota Tagana juga menyampaikan usulanya dan keluhanya ke Dinas Sosial dan Anggota Dewan.
Baca Juga: Jelang Imlek, Usaha Kue Keranjang di Surabaya Kebanjiran Pesanan
"Disamping itu, kami memberikan sejumlah bibit pohon ke Dinas Kehutanan. Ini sebagai bentuk rasa peduli kami pada Bumi. Tak hanya itu, dalam menjalankan tugas sosial, kami dan rekan Tagana menyampaikan beberapa usulan ke Dewan dan Dinas. Tentunya usulan itu berkaitan dengan fasilitas tanggap bencana. Berharap usulan itu sekiranya dapat diterima," keluh Kordinator Tagana Kabupaten Pasuruan, Suroso.
Disisi lain, Kordinator Tagana Jawa Timur (Jatim), Suryadi menyampaikan dari data base Tagana yang sudah terdaftar di Kementrian ada 39 orang. Sejumlah orang itu mendapat kartu BPJS dari Kementerian. "Adapun di hari ulang tahun Tagana di seluruh JawaTimur ini telah mengadakan Mangrove dengan menyumbang tumbuhan 1 juta Pohon. Salah satunya sumbangan itu dari Tagana Kabupaten Pasuruan," singkatnya.
Baca Juga: Tanpa Koordinasi dan Kompensasi, Tiang Wifi di Pasuruan Tetap Berdiri
Terpisah, Anggota Dewan Komisi IV dari politisi Golkar, Sugiarto menyampaikan kepada Dinsos, bahwasanya ia mendapat keluhan dari teman-teman Tagana, salah satunya meminta Tagana diangkat menjadi THL seperti yang terjadi di Nganjuk. Ke dua, meminta fasilitas kendaraan berupa sepeda motor untuk Tagana. Ke tiga, meminta peralatan dapur, karena yang lama rusak. Terakhir butuh sebuah gagasan atau inovasi membentuk tim TRC sekitar 10 orang.
"Unit Tagana reaksi cepat 24 jam harus dibekali peralatan selengkap lengkapnya, hal ini untuk memudahkan tanggap darurat bencana. Terus terang saya prihatin dengan Dinsos Kabupaten Pasuruan yang memiliki anggaran Rp 50 juta untuk kegiatan tanggap bencana. Anggaran itu, saya kira tidak cukup untuk kegiatan bencana yang ada di Pasuruan," ujar Sugiarto.
Baca Juga: Ishaq Jayabrata dan Ary Sylviati RS Pura Raharja Menolak Dikonfirmasi Dugaan Pemalsuan Akta Otentik
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Suwito Adi, memberikan sikap baik usulan teman-teman Tagana. Namun masih diperlukan kajian lebih lanjut untuk merealisasikannya. Perlu diketahui, relawan Tagana merupakan program pemerintah pusat yang dititipkan di daerah. Meski demikian, pihaknya juga telah mengupayakan adanya peningkatan kesejahteraan para relawan. "Kami berupaya meningkatkan kesejahteraan relawan. Sarana dan prasarana kebencanaan, seperti kebutuhan dapur umum dan kendaraan operasional agar diperbarui," terangnya
Sementara, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi, menyampaikan peningkatan kesejahteraan relawan ini akan menjadi perhatiannya dalam pembahasan anggaran. "Selama memiliki landasan hukum, ia akan memperjuangkan tambahan insenstif bagi relawan Tagana. Kami akan memprioritaskan penambahan anggaran peningkatan kesejahteraan Tagana. Tanggung jawab kebencanaan dan kemanusiaan yang diembannya layak mendapat apresiasi," tandasnya. (Mat)
Editor : Redaksi