KONI Dukung PON Dua Tahun Sekali

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Upaya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengubah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dari empat tahun menjadi dua tahun sekali mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk KONI pusat sebagai induk dari semua organisasi cabang olahraga.

Wakil I Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga dan Bidang Pembinaan Organisasi KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno, S.Ip., M pada wartawan mengatakan, perubahan tersebut sangatlah baik namun harus disertai dengan konsep untuk mendukung peningkatan prestasi atlet Indonesia.

Baca Juga: Hakim Minta Pengurus KONI Kota Kediri Kembalikan Uang Korupsi

"Tidak ada masalah PON dua tahun sekali, namun konsepnya perlu diubah, " katanya di sela acara forum diskusi yang digelar Kemenpora di Surabaya, Senin (19/3/2018).

Perubahan dimaksud yaini, tahun pertama tidak ada pembatasan usia, dua tahun kemudian ada pembatasan usia, atau sebaliknya. "Ini perlu, karena salah satu masalah kita jarak antara atlet lapis kedua terlalu jauh. Pembatasan usia bisa dilakukan sebagai upaya meyiapkan regenerasi atlet," terang Suwarno.

Suwarno juga menegaskan, jika PON bukanlah satu-satu instrumen dalam meningkatkan prestasi atlet. "Yang perlu diingat, banyak instrumen terkait dengan peningkatkan prestasi, tidak hanya dalam PON. Selain itu, dari pengalaman yang sudah-sudah, tuan rumah PON harus menanggung biaya besar, karena dari pusat cuma berapa persen. Sementara tidak semua kepala daerah punya kepedulian dengan olahraga," tegasnya.

Baca Juga: Lintas Generasi Ramaikan Acara Friday Night Run Pasuruan Kota

Sementara, Kepala Biro Humas dan Hukum Kemenpora, Amar Ahmad menyebut dari kegiatan forum diskusi di Surabaya berharap banyak masukan sebagai langkah persiapan menuju perubahan waktu pelakasaaan PON. Terutama dari sisi yuridis terkait PP 17 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pekan dan Kejuaraan Olahraga.

"Tadi banyak masukan mulai implikasi hukum dari perubahan PP 17 dan masukan lain. Pada dasarnya semua mendukung langkah perubahan waktu pelaksanaan PON. Karena kita berorientasi untuk kejuaraan internasional, jadi harus berjenjang," papar Amar.

Baca Juga: Sumpah Pemuda BMX Race di Pasuruan, Lokal Jadi Regional

Amar Ahmad berharap, setelah PON 2020 di Papua, sudah ditetapkan penyelenggaraan PON dua tahun sekali, "Jadi setelah PON di Papua bisa segara diterapkan PON dua tahun sekali. Beberapa daerah juga sudah mengatakan siap dan mendukung," harapnya. (AH)

 

Berita Terbaru