Potretkota.com - Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan yang ada di Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, telah menjalin kerjasama dengan kedutaan negara Denmark.
Kerjasama itu dalam bentuk mengembangkan produksi susu organik. Caranya, peternak sapi perah akan dibantu oleh kedutaan Denmark. Dia akan memberikan pembinaan atau pelatihan kepada kelompok ternak, pengusaha susu yang terbentuk di pengurus KPSP Setia Kawan.
Baca Juga: Supplier Buah Lokal Gugat Superindo ke PN Mojokerto
Farhan selaku Bendahara KPSP Setia Kawan menyampaikan, mulai kemarin kedutaan asal Denmark mendatangi Koperasi Setia Kawan. Kedatanganya yaitu menjalin kerjasama dalam bentuk membina dan mengajari para peternak susu dan pengurus setia kawan untuk merawat sapi perah. "Pembinaan atau pelatihan tersebut dilakukan selama tiga hari terhitung tanggal 22 sampai 25 Maret 2022," katanya.
Menurutnya, susu organik ini harus dikembangkan. Sebab sangat berpotensi. Untuk itu pengurus koperasi setia kawan dan peternak sapi perah harus belajar serius pada negara Denmark. Karena negara tersebut sukses memproduksi susu organik. Oleh sebab itu, target tahun ini setia kawan harus mampu melakukan pengembangan susu organik sendiri.
"Karena persiapan produksi susu organik di setia kawan sejauh ini sudah mencapai 40 persen lebih. Harapannya, tahun berikutnya koperasinya sudah menghasilkan susu organik sendiri," ujar Farhan.
Baca Juga: Aksi Gempar Jatim, Heru: Penjarakan PPK, KPA, PA Dinas Koperasi dan UMKM Pemprov Jatim
Lebih lanjut Farhan, mengaku pelatihan tentang produksi susu organik yang dilakukan oleh para peternak sapi, pengurus, pengawas dan pihak menejemen KPSP Setia Kawan berjalan lancar. Latihan tersebut berupa tata cara pemeliharaan sapi, penyediaan pakan ternak, menejemen kandang sampai pemasaran.
"Berharap para pengurus Koperasi Setia Kawan, jika sukses memproduksi susu organik sendiri dapat memasarkan ke masyarakat secara langsung kepada yang bersangkutan. Untuk produk susu organik ini nanti dijual dengan harga diatas standart dari susu biasa. Tentunya pengelolaan dan marketing dilakukan oleh lembaga sendiri dalam hal ini marketing," tambah Farhan.
Baca Juga: Bisnis Pelindo Regional 3 Alami Pertumbuhan Signifikan
Selain itu, Farhan meminta pada tahun ini produksi susu organik harus terealisasi. Karena produksi susu organik sudah disiapkan matang dua tahun yang lalu. Kemudian kita punya lembaga yang sudah sertifikasi dan persiapan sudah ada.
"Soal tata cara merawat sapi perah tersebut harus menyiapkan kandang dan lahan luas, kemudian sapi nanti akan diumbar atau dilepas dibiarkan di lahan sapi. Intinya sapi ini harus dirawat secara alami. Untuk pratek produksi susu organik yang sudah berjalan 4 kandang. Nantinya akan dikembangkan terus," pungkasnya. (Mat)
Editor : Redaksi