Tradisi Masyarakat Maluku

Atraksi Bambu Gila dan Kebal Senjata Ramaikan Lebaran Ketupat

avatar potretkota.com
Tradisi Lebaran Ketupat di Maluku.
Tradisi Lebaran Ketupat di Maluku.

Potretkota.com - Usai Perayaan Idul Fitri 1443 Hijriah, berbagai acara tradisi digelar masyarakat di Sulawesi Utara, salah satunya tradisi Lebaran Ketupat yang akan digelar masyarakat Desa Sapa Kabupaten Minahasa Selatan.

Tradisi lebaran ketupat diniatkan warga Desa Sapa akan digelar tanggal 14 Mei nanti, dimana tradisi tahunan ini biasanya digelar setelah 6 hari setelah puasa syawal.

Baca Juga: Kopling Sawah, Bisnis Sederhana di Pasuruan Untung Jutaan Rupiah

Menurut salah seorang warga asli Desa Sapa, Sawaludin Damopoli mengaku, tradisi keagamaan ini digelar setelah 6 hari puasa Syawal dan biasanya dibanjiri pengunjung. Berbagai kegiatan hiburan akan dipertunjukan saat lebaran digelar.

"Biasanya kami menggelar berbagai atraksi pertunjukan, seperti Bambu Gila, Pencak Silat, Atraksi Kebal Senjata Tajam, dan aneka perlombaan lainnya, seperti panjat pohon pinang, motor lambat dan lari karung," kata Sawaludin, Sabtu, (07/05/22).

Atraksi bambu gila asal mulanya dari Maluku Utara yang biasanya dimainkan dewasa maupun anak-anak pada event Ngali Gam atau pesta adat masyarakat Maluku Utara, dan biasa juga digelar di tempat pariwisata, momen hari Raya aidul Fitri, atau momen 17 Agustus dan kegiatan-kegiatan adat lainnya.

Sementara itu, tradisi Lebaran Ketupat sendiri menjadi momentum silaturahmi antar warga sesama muslim, tidak terkecuali antar umat beragama lainnya.

Baca Juga: Bisnis Vila Tretes Jelang Malam Tahun Baru 2026 Meredup

"Selain meningkatkan hubungan Islamiah, tradisi tahunan ini mempererat hubungan antar umat beragama. Berbagai suku, ras dan agama berbaur dan menyatu diperayaan ketupat. Dan yang paling penting, para pengunjung bebas menikmati makanan yang disajikan penduduk desa di masing-masing rumah warga," ungkap Sawaludin.

Dimana ragam menu makanan pun disajikan secara terbuka oleh masyarakat. Kerabat, keluarga dan siapa saja yang bertamu bebas memilih makanan favoritnya. Namun, disarankan jika mengunjungi dan meramaikan ketupat, para pengunjung sebaiknya mencicipi makanan ala kadarnya. Jika tidak, anda pasti menyesal karena terlanjur kenyang.

"Sementara, menu yang disiapkan oleh masyarakat begitu banyak. Yang pernah mengunjungi perayaan ketupat di desa Sapa, pasti tahu dengan suasananya," jelasnya.

Baca Juga: Pelindo Perkuat Desa Penglipuran sebagai Model Wisata Berkelanjutan

Warga Desa Sapa pun mengundang semua warga baik di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, maupun dari luar, keluarga, kerabat maupun siapa saja diterima baik untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Sapa.

"Datang dan rasakan sendiri suasananya pada tanggal 14 Mei mendatang. Selain makan bebas, dipastikan anda terhibur. Pengunjung terasa berada di rumahnya sendiri, dengan tetap menjaga Protokol Kesehatan," tandas Sawaludin.(Irzal)

Berita Terbaru