Potretkota.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus berbenah terkait peredaran dan penyalahgunaan Narkotika, dengan cara salah satu mengadakan dialog publik kampanye Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko menjelaskan, Indonesia sedang darurat narkoba, hal ini dengan banyak BNN menggagalkan beberapa kiriman barang haram dari luar negeri terutamanya jenis sabu. Karena sabu dari daerah asalnya harga per gram sekitar Rp 50 Ribu sampai di Indonesia mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. hal ini membuat orang tergiur apabila imbannya tidak kuat hingga menjadi pengedar.
Baca Juga: Surabaya Tuan Rumah Regional Leader Forum 2025
"Dengan adanya dialog publik, dapat memberikan edukasi dan bahaya narkoba," jelas Heru, dalam acara Ugrading dan Pengukuhan Da'i khusus anti Narkoba di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Minggu (6/5/2018).
Ia menambahkan, sudah ada beberapa negara hancur karena narkoba salah satunya Negara Tiongkok vc Inggris hancur dikarena candu. "Menurut data yang kami punya para pelaku terkait Narkoba 57% tergolong penguna baru (coba-coba ), 27% pemakai dan 16% sudah masuk dalam golongan pencandu. Ada 46 orang terpidana mati yang sudah ikrah dan 8 orang WNA terpidana mati berasal cina," tambah Heru.
Baca Juga: Sumpah Pemuda di Taman Budaya
Senada dengan Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso, ia mengatakan, sindikat peredaran narkoba sudah masuk ke Lapas, bahkan ada yan dikendalikan didalam Lapas. "Apabila ada informasi terkait narkoba langsung lapor ke BNN atau polisi," ujarnya.
Sementara, Rektor Universitas Muhamadiyah Surabaya DR. Dr Sukadiono M.M berharap para da'i sebagai garda terdepan P4GN natinya pada Hari Narkoba melakukan kampanye diseluruh Indonesia.
Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda, Sri Wahyuni DPRD Jatim: Teruslah Bergerak
Untuk diketahui turut hadir dalam acara ini antara lain Ketua LDK PP Muhammadiyah Muhammad Ziad, Ketua PWM Jatim KH. Saad Ibrahim, Kepala Dinsos Jatim Sukesi Apt, Mars, Kepala Bakesbangpol Jatim Drs. Ec. Jonathan Judianto. (Tio)
Editor : Redaksi