Naik Hingga 50 Persen per Ekor

Dampak Wabah PMK, Harga Kambing Kurban di Kalsel Meroket

avatar potretkota.com
Pedagang kambing di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Pedagang kambing di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Potretkota.com - Dampak Penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mewabah pada hewan ternak, ternyata sangat dirasakan pahit oleh para pedagang kambing kurban di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pasalnya, saat ini harga kambing kurban di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, mulai mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan.

Baca Juga: Kadis Peternakan Jatim Enggan Komentari Soal PMK, Ada Apa?

Salah seorang pedagang kambing, Syamsidi mengatakan harga jual kambing saat ini naik sekitar 50 persen lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga jual pada bulan Mei lalu.

"Dampak dari wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), di bulan Juni ini, memang terjadi kenaikan harga jual hewan ternak di Kota Banjarmasin, termasuk juga hewan jenis kambing, yang mengalami lonjakan harga 50 persen lebih tinggi dari bulan sebelumnya," kata Syamsidi yang memiliki kios kambing kurban di kawasan Jalan RK Ilir Kota Banjarmasin ini, Jumat, (03/06/2022).

Menurutnya, saat ini rata-rata harga jual kambing kurban mengalami kenaikan hingga 1 juta rupiah per ekornya, dari yang semula seharga 2 juta rupiah per ekor, kini naik menjadi 3 juta rupiah per ekor.

"Saat ini harga kambing kurban terpaksa kami jual seharga 3 juta rupiah per ekor dari yang sebelumnya hanya 2 juta rupiah per ekor, jadi rata-rata harga kambing kurban memang mengalami kenaikan 1 juta rupiah per ekor," ungkap Syamsidi.

Baca Juga: Dandim Perintahkan Babinsa Pantau PMK di Lamongan

Syamsidi menjelaskan, kenaikan harga kambing kurban di bulan Juni ini, merupakan dampak menipisnya stok kambing lokal, dan sulitnya mendapatkan pasokan stok kambing, terutama menjelang perayaan Idul Adha tahun ini.

"Kami terpaksa harus menaikkan harga kambing kurban ini, lantaran saat ini kami mulai mengalami kelangkaan stok kambing, sehingga kami pun terpaksa harus mencari pasokan stok kambing lokal di daerah-daerah pelosok, yang otomatis berdampak pada meningkatnya biaya akomodasi," jelasnya.

Kelangkaan stok kambing di wilayah Kalimantan Selatan ini, menurutnya merupakan dampak dari wabah PMK, sehingga pasokan hewan ternak dari pulau Jawa, saat ini masih terhenti, dan mengakibatkan pada kelangkaan stok hewan ternak.

Baca Juga: Dampak PMK Pada Penjualan Hewan Qurban Idul Adha 1443 H

"Ya kan karena ada wabah PMK itu mas, jadi kami pedagang hewan kurban, saat ini masih belum bisa mendatangkan pasokan hewan ternak dari Pulau Jawa, dan kami pun terpaksa hanya bisa mengandalkan stok hewan ternak lokal di sekitar wilayah Kalimantan aja mas," keluh Syamsidi.

Minimnya stok dan pasokan hewan ternak ini, diprediksinya akan membuat harga jual hewan ternak, baik jenis kambing atau pun sapi, masih akan terus merangkak naik hingga mendekati hari raya Idul Adha nanti.

"Ya kalau kondisinya begini terus, otomatis harga jual hewan kurban juga akan naik terus mas, soalnya stoknya aja susah, jadi kami pun para pedagang hewan kurban ini mau ga mau terpaksa harus menaikkan harga, karena stoknya yang sedikit, tetapi kebutuhannya terus meningkat," tutupnya. (Iqbal)

Berita Terbaru