Kya-kya Reborn

Wisata Pecinan Kembang Jepun atau Kya-kya Dibuka

avatar potretkota.com
Panggung hiburan dan pembukaan Wisata Pecinan Kembang Jepun, Surabaya.
Panggung hiburan dan pembukaan Wisata Pecinan Kembang Jepun, Surabaya.

Potretkota.com – Wisata Pecinan Kembang Jepun, Surabaya, kembali dibuka oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Setelah sekian lama, terlebih pasca terpaan pandemi Covid 19 selam 3 tahun terakhir, salah satu Kawasan wisata yang umum dikenal Kya-kya, yang cukup lama mati suri itu kini kembali dihidupkan, dan tampak lebih menawan ketimbang sebelum-sebelumnya, Sabtu, (10/09/2022).

Kerumunan warga saat lauching Wisata Pecinan Kembang Jepun, menjadi bukti antusias masyarakat dalam menyambut lahirnya kembali destinasi wisata yang juga mengandung nilai sejarah itu. Dalam pembukaan tersebut, warga pengunjung tidak hanya dihibur oleh acara panggung, namun juga beragam kuliner UMKM yang berjajar di sepanjang Jalan Kembang Jepun juga siap memanjakan lidah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan keyakinannya, bahwa kelak Kya-kya ini kelak akan menjadi salah satu ikon wisata bersejarah di Surabaya, sebagaimana Tunjungan Romansa dan Susur Sungai Kalimas. Terlebih, di kawasan yang memang banyak dihuni oleh etnis Tionghoa ini, warga pengunjug akan dengan mudah menemui makanan-makanan khas China.

“Saya yakin Kya-kya ini akan seperti Tunjungan Romansa dan Susur Sungai Kalimas yang terus menjadi ikon Surabaya. Apalagi, kita bisa melihat dan mendapatkan makanan khas Cina, karena memang kampung Pecinan ya. Saat ini sudah ada 60 UMKM yang sudah berjualan, dan yang membuat saya bangga, 30 UMKM diantaranya berasal dari UMKM warga sekitar sini,” kata Eri.

Sebagaimana diketahui, Kya-Kya Surabaya adalah tempat yang dulunya ramai sebagai pasar malam di kawasan pecinan Kota Surabaya. Di sepanjang jalan Kembang Jepun, didirikan kios-kios yang menjual berbagai macam makanan baik masakan Tionghoa, makanan khas Surabaya maupun makanan lainnya. Kata Kya-kya diambil dari salah satu dialek bahasa Tionghoa yang berarti jalan-jalan.

Kembang Jepun dulunya adalah kawasan bisnis utama dan pusat kota Surabaya. Walaupun bukan menjadi yang utama, kawasan ini tetap menjadi salah satu sentra bisnis hingga saat ini. Kawasan ini terkenal sebagai pusat perdagangan grosir, yang kemudian dikenal sebagai CBD (Central Business District) I Kota Surabaya. (ASB)

Berita Terbaru