Potretkota.com - Ratusan warga Desa Pandean, Kecamatan Rembang, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Mereka meminta pengelolaan afalan PT King Jim Indonesia diserahkan ke warga.
Seperti disampaikan oleh pendamping warga, Ayik Suhaya selaku Wakil Gubernur LIRA Jatim. Dia menjelaskan, aksi demonstrasi ke gedung dewan, lantaran ketidak pedulian perusahaan terhadap warga Pandean.
Baca Juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar
"Padahal, dilingkungan Pandean paling terdampak atas berdirinya perusahaan tersebut. Misal kalau turun hujan, sawah milik warga menjadi tergenang dan rusak. Selain itu, ketika ada polusi udara, lingkungan Pandean langsung terkena dampaknya. Akan tetapi, dengan adanya dampak tersebut, PT Kim Jim tidak memberikan perhatian," katanya.
Masih Ayi Suhaya, dari dampak itulah akhirnya warga Pandean wadul ke DPRD Kabupaten Pasuruan. Berharap dewan bisa menyelsaikan persoalan ini. Sehingga, warga bisa mengelola limbah afalan perusahaan tersebut.
Baca Juga: Tanpa Koordinasi dan Kompensasi, Tiang Wifi di Pasuruan Tetap Berdiri
"Selain itu yang menjadi kejanggalan, saya mempertanyakan terkait masalah kontrak CV Wahyu Putra dengan PT King Jim Indonesia. Sampai kapan? Begitu juga, peran Mahdi Haris di CV Wahyu Putra. Lalu, Mahdi Haris itu sebagai apa di CV Wahyu Putra. Direktur kah atau gimana?” tanya Ayi Suhaya.
Senada disampaikan oleh warga Pandean yakni Suparno mengaku, perusahaan yang berdiri di kawasan Pandean sudah lama berdiri. "Namun kenapa tidak ada CSR nya untuk warga. Sebenarnya, kami hanya minta afalan perusahaan. Kalau tidak, aksi damai akan terus kami lakukan," ancamnya.
Baca Juga: Ishaq Jayabrata dan Ary Sylviati RS Pura Raharja Menolak Dikonfirmasi Dugaan Pemalsuan Akta Otentik

Menyikapi persoalan ini, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan PT King Jim Indonesia untuk merealisasikan permintaan warga. "Begitu juga dengan CV Wahyu Putra, susahnya di mana?” Jika persoalan ini tidak ada solusi, maka kami akan panggil jajaran direksi PT King Jim. Supaya ada titik temu atas persoalan ini," tegasnya. (Mat)
Editor : Redaksi