Potretkota.com - CV Krueng Wayla kerap dipercaya menggarap proyek Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Tanpa sebab, karena pemiliknya, Diana Kusumawati sangat dekat dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangkalan, Raden Moh Taufan Zairinsjah.
Kedekatannya pun sangat istimewa, sampai-sampai sebelum pengumuman pejabat baru yang lolos seleksi jabatan karena membayar uang puluhan juta hingga ratusan juta, Diana Kusumawati telah mengetahui terlebih dahulu ketimbang peserta yang mengikuti tes seleksi jabatan.
Baca Juga: Kesaksian Istri Terdakwa Ganjar Siswo Pramono Pemkot Surabaya
"Sebelum pengumuman, saya tau karena dikasih tau sama Pak Sekda Taufan," ungkap Diana Kusumawati, di Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Selasa (14/3/2023).
Saat ditanya Moch Kholis pengacara Hosin Jamili seberapa istimewa kedekatannya dengan Sekda Bangkalan, Direktur CV Krueng Wayla Diana Kusumawati, langsung menjawabnya. "Kenal Pak Taufan sudah lama, tapi hanya sebatas mitra kerja," akunya.
Baca Juga: Aries Agung Paewai Akhirnya Penuhi Panggilan Sidang Dugaan Pemerasan Isu Perselingkuhan
Sebagai mitra kerja Pemkab Bangkalan, Diana Kusumawati yang sering menang lelang sudah menyetor 10 persen tiap pekerjaan. "Umumnya komitmen fee proyek 10 persen," ucapnya. BERITA TERKAIT: Taufan Jabat Sekda Bangkalan Bayar Rp 200 Juta
Diana Kusumawati, bahkan terang-terangan, pada pertengahan tahun 2022, telah menyetor uang Rp 40 juta. Uang itu, tak lain untuk Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron. "Uang itu saya titipkan ke Pak Wildan, untuk diberikan kepada B1 (sebutan Bupati Bangkalan)," terangnya, Wildan Yulianto saat itu menjabat sebagai Sekretaris Dinas PUPR Bangkalan.
Baca Juga: Ganjar Siswo Pramono Tidak Pernah Lapor Gratifikasi ke KPK
Sebegai mitra kerja sejak tahun 2019-2022, CV Krueng Wayla mendapat proyek non tender dari Pemkab Bangkalan Rp 10 miliar lebih. Sedangkan terpantau untuk lelang, sejak 2013 hinga 2022, perusahaan yang berkantor di Jalan Letnan Singosastro Bangkalan, mendapatkan proyek Rp 23 miliar lebih. (Hyu)
Editor : Redaksi