Ketua RW Sebut Penutupan Joko Dolog Miskomunikasi

avatar potretkota.com
(kiri) Rahadian Budi Prastyo (kanan) Qoirul Anam
(kiri) Rahadian Budi Prastyo (kanan) Qoirul Anam

Potretkota.com - Perkumpulan Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog (SADEJD) berkumpul dihalaman Cagar Budaya Arca Joko Dolog, Jalan Taman Aspari, Embong Kaliasin Surabaya. Mereka membahas peran dan tujuan organisasi mendatang.

Ketua Perkumpulan SADEJD Qoirul Anam mengatakan, organisasi ini baru terbentuk. Terbentuknya, karena Cagar Budaya Arca Joko Dolog sempat ditutup oleh juru kunci karena alasan jam operasional, yang sebelumnya dibuka 24 jam.

Baca Juga: Drama Kolosal Perobekan Bendera Belanda di Surabaya

“Kami terpaksa beribadah diluar pagar. Dari keluh kesah tersebut, terbentuklah Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog. Organisasi ini adalah wadah penampungan aspirasi pengunjung, para spiritual yang biasa biasanya beribadah di Joko Dolog,” kata Qoirul Anam, Senin (5/6/2023) malam.

Menurut Qoirul Anam, Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog meski baru dibentuk, anggotanya sudah mencapai puluhan orang. “Ada yang dari Surabaya, Gresik dan Sidoarjo,” ujarnya.

Karena sudah banyak anggota, Qoirul Anam punya target sendiri, yaitu bermitra dengan Pemerintah untuk melestarikan budaya. “Konkritnya, kita akan membuat program, rencananya yaitu belajar aksoro jowo, wawasan bersejarah, kajian dan program napak tilas, mencari sejarahnya Eyang Joko Dolog ditempat atau kota lainnya,” jelasnya.

Baca Juga: Kolektor Keturunan Tionghoa Punya 1000 Lebih Keris Pusaka

Pria yang tingal dikawasan Nginden ini mengaku, biasanya Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog berkumpul setiap malam anggoro kasih. “Pertemuan rutin sudah disepakti malam Selasa Kliwon, ini sudah berjalan empat kali,” urainya.

Sementara, Ketua RW 02 Embong Kaliasin, Rahadian Budi Prastyo membenarkan adanya penutupan sepihak. Kalau bicara histori, Joko Dolog memang dibuka untuk umum dan tidak ada jam operasional. “Ini hanya miskomunikasi saja antar pengurus lama yang sudah terbentuk tahun 2017,” ungkapnya.

Baca Juga: Semarak HUT RI ke 80 di Rungkut Kidul, Lurah: Luar Biasa

Tidak ingin ada gesekan antar kelompok, Ketua RW sebagai Pembina meminta baik pengurus lama dan baru terbentuk agar bisa menjaga perdamaian dan kemananan. “Kami berharap mitra dari luar dan dalam bisa sama-sama menjaga, merawat, agar situs bisa terjaga,” imbuhnya.

Rahadian Budi Prastyo menyebut, saat ini Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog keberadaannya sudah diketahui Pemerintah. “Harapan saya sebagai mitra warga dan Pemerintah agar kelompok lama dan baru terbentuk bisa harmonis, tentram, agar keamanan dan ketertiban bisa terjaga,” pungkasnya. (Hyu)

Berita Terbaru