Kolektor Keturunan Tionghoa Punya 1000 Lebih Keris Pusaka

avatar potretkota.com
Rivo Cahyono saat pamerkan keris koleksinya.
Rivo Cahyono saat pamerkan keris koleksinya.

Potretkota.com - Dengan merangkul generasi muda, Rivo Cahyono seorang kolektor keturunan Tionghoa berhasil mematahkan anggapan keris hanya diminati kalangan tua. Kecintaan pada budaya Indonesia tidak mengenal batas usia.

Rivo Cahyono saat ditemui media menyampaikan, selama ini sudah memperkenalkan keris sebagai pusaka melalui akun sosial medianya. Agar menarik perhatian, konten yang dibuat menarik, informatif, dan kekinian.

Baca Juga: Semarak HUT RI ke 80 di Rungkut Kidul, Lurah: Luar Biasa

Salama ini, Rivo Cahyono memperkenalkan keris sebagai pusaka yang merupakan bagian dari identitas bangsa, investasi yang menjanjikan, dan warisan budaya yang patut dilestarikan. Bahkan keberhasilannya ini menginspirasi banyak pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto yang memberikan dukungan penuh terhadap misinya.

Pria kelahiran Surabaya, 48 tahun silam ini berhasil mengubah pandangan generasi muda terhadap keris atau pusaka, dari sesuatu yang menakutkan menjadi investasi bernilai rupiah dan sejarah.

Sejak terjun ke dunia perkerisan pada 2016 lalu, Rivo Cahyono sudah memiliki 1000 lebih keris pusaka yang didapat dari berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan ia juga mempunyai koleksi keris tertua berusia sekitar 1000 tahun lebih atau berasal dari sekitar abad ke-9. Harga keris yang dimiliki pun tak main-main, mulai ratusan ribu hingga miliaran rupiah per kerisnya.

"Trend keris pusaka saat ini tengah berubah seiring dengan perkembangan zaman. Apabila dahulu keris pusaka banyak dibicarakan terkait hal mistis yang kadang sulit diterima akal sehat, namun saat ini keris pusaka memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila dirawat dengan baik. Sehingga hal ini semakin membuat para generasi muda tertarik untuk ikut melestarikan keris pusaka yang konon menjadi leluhur bangsa Indonesia," jelas Rivo Cahyono, Jumat (22/8/2025).

Dedikasinya dalam melestarikan pusaka tidak hanya berhenti di dunia maya. Rivo Cahyono pun mendapat dukungan dari berbagai sektor pemerhati budaya dan sejarah. Termasuk ia mendapat panggilan video dari Presiden Prabowo Subianto yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Hal ini menjadi motivasi tambahan bagi kolektor keturunan Tionghoa ini untuk terus berkarya dan menginspirasi para generasi muda untuk ikut melestarikan keris pusaka sebagai warisan budaya leluhur Indonesia.

Karena itu, Rivo Cahyono meraih gelar kehormatan Kanjeng Raden Arya dari Sri Susuhunan Pakubuwana ke-13 dari Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai pengakuan atas dedikasinya melestarikan budaya nusantara.

Baca Juga: Keris Pusaka Presiden Prabowo Subianto Dipamerkan di Surabaya

Sementara, Sunardi Suryo Kusumo penasehat Yayasan Ethnic Indonesia Berbagi (YEIB) yang merupakan organisasi pelestari sejarah dan budaya, mengapresiasi capaian Rivo Cahyono.

"Saya mensupport penuh untuk mendirikan museum pusaka pertama di Jawa Timur yang seluruhnya digagas langsung oleh Rivo Cahyono," pungkas Sunardi Suryo Kusumo. (KF)

Baca Juga: Nguri-Uri Budoyo Upaya LSM Lestarikan Budaya Bangsa

Berita Terbaru