Potretkota.com – Kasus dugaan kepemilikan berbagai jenis senjata api dan ribuan butir amunisi oleh seorang mantan pegawai Pelindo Banjarmasin berinisial TS (29), mendapat respon dari PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 3 Surabaya. Kepemilikan senjata dan amunisi tersebut diungkap Polres Banjarbaru bersama Bid Propam Polda Kalsel, pada Minggu, (04/06/2023).
Kepala Departemen Hukum dan Humas Pelindo Regional 3, Karlinda Sari membenarkan pengungkapan kasus tersebut oleh kepolisian. Namun Sari menegaskan, ketika ungkap kasus kepemilikan senjata api dan amunisi tersebut, TS sudah bukan lagi pekerja Pelindo Banjarmasin. Bahkan, Pelindo mendukung kepolisian untuk terus mendalami kasus ini.
Baca Juga: Pelindo Pastikan Operasional Jamrud Selatan Kembali Normal
“Jadi memang pada saat kejadian itu yang bersangkutan itu tidak bekerja lagi pada kami dan terkait dengan bagaimana proses pengungkapan fakta, termasuk juga proses penyidikannya, nah kita sih dari Pelindo mensuport ya, dan apabila ada bantuan yang diperlukan dari pihak kepolisian dari Pelindo kami siap untuk berkoordinasi dan kooperatif,” kata Sari, Rabu, (07/06/2023).
TS sendiri menurut Sari, menjadi mantan pekerja Pelindo bukan karena resign, namun karena memang kontrak kerjanya sudah habis. Pelindo, kata Sari, memiliki jangka waktu dan apabila sudah tidak ada kebutuhan dari pihak perusahaan, maka pekerja kontrak bisa diberhentikan. Oleh sebab itu, Pelindo menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke pihak kepolisian.
“Kalau terkait dengan senjata yang ditemukan di kantor, itu kami sih sesuai arahan dari pihak kepolisian, nanti pihak kepolisian yang akan mengungkap fakta atas kepemilikan senjata tersebut dan nanti ada beberapa keterangan yang diminta dari Pelindo dan itu tentu akan kami berikan dan kami akan bekerja sama terkait untuk penemuan senjata api di kantor kami,” terang Sari.
Pihak Pelindo sendiri tidak mengetahui soal kepemilikan berbagai jenis senjata api dan ribuan amunisi yang dimiliki oleh TS. Terlebih kasusnya saat ini masih didalami oleh kepolisian. Pelindo, ungkap Sari, masih menunggu hasil dari kepolisian, karena pihak Pelindo Banjarmasin sendiri juga masih belum ada pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Pekerja Bongkar Muat Tenggelam di Pelabuhan Tanjung Perak
“Ya karena memang senjata api itu entah bagaimana itu memang proses penyidikan ini harus diusut tuntas ya, kita juga masih belum tahu dan belum diperiksa kembali bagaimana hasilnya dari pihak kepolisian. Karena ini kan fakta-fakta juga sedang ditelusuri ya oleh pihak kepolisian, jadi kita sambil menunggu saja,” tukas Sari.
Sebagaimana diketahui, Polres Banjarbaru bersama Bid Propam Polda Kalimantan Selatan mengungkap kasus kepemilikan senjata api. Melansir berita Kompas.com, Kapolres Banjarbaru, AKBP Dody Harza Kusumah mengatakan, ada berbagai jenis senpi dan ribuan amunisi yang ditemukan dan disita. Terbongkarnya kasus ini, dari informasi yang diterima petugas.
Informasi itu menyebutkan, TS memesan secara online senjata api beserta amunisi dan dikirim ke Banjarmasin melalui kargo Bandara Syamsuddin Noor. Polisi kemudian mengecek kargo Bandara Syamsuddin Noor. Hasilnya pun cukup mencengangkan, polisi menemukan senjata api sebagaimana yang dimaksud informasi yang diterima petugas kepolisian.
Baca Juga: KSOP Tanjung Perak Masih Mencari Penyebab Kebakaran Kapal SPIL
“TS mendapatkan atau mengaku kalau senjata dan amunisi tersebut dibeli melalui aplikasi jual beli online,” kata Dody, Senin (5/6/2023). Dari pengakuan ini kemudian petugas melakukan pengembangan dengan menggeledah dua rumah TS di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala. Polisi pun kembali menemukan senjata api dan amunisi dalam jumlah besar.
Tidak hanya itu, petugas kemudian menggeledah kantor PT Pelindo di Jalan Trisakti, Kecamatan Banjarmasin Barat, Banjarmasin. Di sini pun polisi dibuat tercengang pada kembali menemukan senjata api berikut amunisinya. Alhasil, dari ketiga tempat itu, polisi mengamankan 1 pucuk revolver jenis S&W Kaliber 38 Sp dan amunisi sebanyak 5 butir.
Bukti lain, 1 pucuk senjata laras panjang jenis M4, beserta sparepart seperti pelumas, gestuk, gasblok. Kemudian ada juga amunisi 556 sebanyak 200 butir, amunisi kaliber 7,62 sebanyak 100 butir, amunisi kaliber 9 mili sebanyak 27 butir, amunisi kaliber 38 sebanyak 25 butir, magasin kaliber 556 sebanyak 4 buah, magasin AK kaliber 7.62 sebanyak 1 buah, magasin kaliber 45 Acp sebanyak 3 buah, 1 buah rompi anti peluru merek C Force, selongsong amunisi 556 sebanyak 200 butir, sangkur merek RAMBO sebanyak 1 buah. (ASB)
Editor : Redaksi