Bina dan Dukung Petani

ABMI Nganjuk Sosialisasi Peningkatan Hasil Bawang

avatar potretkota.com
Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kabupaten Nganjuk, menggelar Sosialisasi Peningkatan Produktivitas Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Rabu (21/06/2023).
Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kabupaten Nganjuk, menggelar Sosialisasi Peningkatan Produktivitas Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Rabu (21/06/2023).

Potretkota.com - Petani yang tergabung dalam Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Kabupaten Nganjuk, menggelar Sosialisasi Peningkatan Produktivitas Bawang Merah di Kabupaten Nganjuk Dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Kegiatan ini diikuti sekitar 100 orang petani bawang merah di seluruh Kabupaten Nganjuk, Rabu (21/06/2023).

Akat, selaku ketua ABMI Kabupaten Nganjuk mengatakan, kegiatan yang merupakan sebuah upaya pembinaan bagi para petani dalam rangka peningkatan produktifitas serta pemasarannya ini, lebih banyak dihadiri oleh kaum petani dari wilayah Rejoso, Bagor dan Sukomoro yang merupakan daerah penyuplai bawang merah terbesar baik lokal maupun regional.

Baca Juga: Sisa Kas Cuma Rp75 Juta, Perumda Panglungan Nekat Pinjam Dagulir Bank UMKM Jatim Rp1,5 Miliar

“Kami memberikan pembinaan agar petani bisa meningkatkan hasil produksi, baik kuantitas maupun kualitas produksi bawang merah yang nantinya mampu bersaing di semua kancah perbawangan,” kata Akat.

Sementara itu, Sujito, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut memberikan materi terkait pola produksi dengan tujuan agar petani mampu menjual hasil produksi bawang merah secara optimal. Para petani diberikan materi mulai dari pra produksi sampai pada pasca produksi. Hal inilah yang perlu dipikirkan Bersama.

Baca Juga: Kapolres Pimpin Doa Aksi Unjuk Rasa Petani Desa Sumberanyar

“Harapannya agar produksi meningkat dan para petani bisa menikmati hasilnya, brambang di Kabupaten Nganjuk ini bisa go internasional,” ungkap Sujito.

Di satu sisi, Muslim Harsoyo, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk menuturkan, bawang merah masuk dalam program agropolitan Kabupaten Nganjuk sehingga Pemerintah mendukung ABMI Nganjuk agar bisa mewakili kepentingan para petani bawang merah, termasuk di dalamnya adalah anggota ABMI yang secara teknis mampu bertani dan secara organisasi.

Baca Juga: Utang Rp1,5 Miliar Untuk Tanam Porang, Cuma Panen Rp90 Jutaan

“Perlu kita dukung agar nanti kita mampu melindungi kepentingan petani termasuk menyatukan petani baik dalam hal penentuan harga maupun permintaan produksi. Kami mengharapkan Asosiasi Bawang Merah Indonesia ini nanti tidak hanya berkontribusi di Nganjuk saja tetapi juga dapat bekerjasama dengan daerah lain sehingga bisa memanfaatkan peluang-peluang yang ada,” tuturnya.

Harsoyo berharap ABMI Kabupaten Nganjuk terus berkembang sehingga memiliki program untuk berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Nganjuk bahkan pusat dan dapat merealisasikan cita-cita para petani bawang merah khususnya di Kabupaten Nganjuk. (SR)

Berita Terbaru