Potretkota.com - Salah satu Caleg PDI perjuangan dari Dapil V, Pipit Suwarni akan melaporkan ke Bawaslu terkait bannernya yang dicopot dan dibuang di sungai kering (Irigasi) terletak di Dusun Bejigeneng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (2/12/2023) kemarin.
Banner tersebut dibuang oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Atas hal itu, Pipit Suwarni bersama tim nya menelusuri kejadian tersebut. Pipit Suwarni mengaku bahwa sejumlah banner pencalegkan miliknya sudah di pasang di tepi ruas jalan Desa Sumberejo. Namun tiba-tiba mendapat laporan dari sejumlah timnya, kalau banner pencalegkan yang dipasang ditempatnya di copot dan dibuang oleh orang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Zulfikar Komisi II DPR RI Sebut Putusan MK 135 Sudah Final
"Mendengar hal itu, kami langsung cek turun ke lokasi, ternyata benar adanya dan kemudian kami memerintahkan tim untuk menelusuri siapa pelakunya. Kejadian ini membuat kami marah. Sebab ketika banner bergambar saya ditemukan di sungai kering. Ini seperti menghina saya,,” katanya, Selasa (5/12/2023) pagi.
Pipit mengaku lebih baik bannernya hilang daripada dibuang. Karena itu sama saja seperti menghina dan tidak menghargai. Terus terang masalah ini sangat mengecewakan terhadap sikap yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Dapil dan Kursi DPRD Surabaya Tahun 2029 Rencana Bertambah
"Saya tidak tahu pasti siapa yang mencopot dan membuang bannernya. Tapi, yang jelas ada banner caleg lain yang maju DPR RI dari partai PSI. Kami tidak menuduh yang melakukan itu caleg lain atau siapa. Tapi, kami memastikan bahwa bannernya itu terpasang di tempat yang sama dengan banner caleg lain," terangnya.
Pipit Suwarni menyampaikan untuk masalah ini sementara sedang melengkapi berkas-berkas administrasi. Selanjutnya kita akan mempersiapkan dan laporan ke Bawaslu.
Baca Juga: Ketua Bawaslu Bojonegoro Diperiksa Dugaan Rangkap Jabatan
Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi mengaku kecewa dengan sikap-sikap yang tidak terpuji dalam masa kampanye terbuka ini. "Seharusnya sesama caleg baik itu partai atau beda partai harus saling menghormati, jangan saling tidak menghargai," katanya.
Andri Wahyudi akrab disapa Mas AW mengatakan yang bikin kecewa banner calegnya itu dibuang. "Kenapa tidak dipasang ditempat yang lain yang belum dipasang bannernya. Berdemokrasi yang sehat, cari simpati dengan yang sehat, tidak usah saling bersikutan antar partai, menjatuhkan dan membuang alat peraga kampanye," tutupnya. (Mat)
Editor : Redaksi