Potretkota.com - Semua jamaah haji sebelum berangkat ketanah suci, diharuskan ikut pemerisaan kesehatan. Tujuannya, agar para jamaah yang bermasalah dengan kesehatan mendapat khusus.
Wakil Ketua Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Dr M Zainul pada Potretkota.com mengatakan, tugasnya memastikan semua jamaah sudah layak terbang dan dipastikan terbebas dari virus.
Baca Juga: Cerita Tenaga Kesehatan Haji RS al-Irsyad Surabaya, dari Keterlambatan Visa Hingga ikut Ibadah
“Kalau ada jamaah yang bermasalah dengan kesehatan, kami berkordinasi dengan Rumah Sakit Haji, sehingga dapat perawatan khusus. Dan untuk jamaah haji yang lolos tes kesehatan, jamaah haji bisa langsung menepati kamar yang sudah disediakan,” terang Zainul, Senin (16/7/2018).
Baca Juga: Sidang Korupsi Ponorogo Ungkap Selebgram sebagai Orang Ketiga di Balik Perceraian Yunus Mahatma
Zainul dalam memeriksa kesehatan, calon jamaah khusus ibu hamil dapat perhatian khusus. Karena, ibu hamil perlu tenaga ekstra. “Jamaah ibu hamil harus berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui kondisi bayi dalam kandungan,” katanya.
Karena, pada usia kehamilan pertama (1-3 bulan), ibu hamil mengalami mual, muntah yang berlebihan. Pada usia kehamilan kedua (4-7 bulan) ibu hamil aman untuk melakukan perjalanan jauh. “Karena diusia trimester kedua, janin sudah kuat menempel di rahim. Keluhan mual, muntah sudah berkurang,” tambah Zainul.
Baca Juga: Jamaah Haji Kloter 1 Asal Probolinggo Tiba di Surabaya
Menurut Zainul, hari ini Senin (16/7/2018 ada 900 jamaah haji tiba di Embarkasi Surabaya. Ia menghimbau agar para jamaah juga bisa memperhatkan cuaca. “Untuk jamaah yang perlu diperhatikan terkait cuaca panas disana, agar para jamaah lebih banyak minum air putih dan apabila ada aktifitas diluar agar supaya memakai pelindung (payung),” tutupnya. (Tio)
Editor : Redaksi