Potretkota.com - Sebanyak 21 orang tersangka terjaring Operasi Sikat Semeru Polda Jatim 2024. Para tersangka tersebut rata-rata merupakan pelaku tindak kejahatan Curat, Curas, dan Curanmor (3C) yang kerap beraksi di wilayah hukum Polrestabes Surabaya. Ke 21 tersangka yang ditangkap itu, terlibat dalam 19 kasus yang diungkap Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, Rabu, (05/06/2024).
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, 21 orang tersangka itu ditangkap bersama Polsek Jajaran. Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti yang biasa digunakan para tersangka untuk melancarkan aksinya, seperti senjata tajam, kunci T, dan alat komunikasi, serta hasil kejahatan para tersangka.
Baca Juga: Warga Serbu Bazar Barang Bukti Curnamor di Polrestabes Surabaya
Di sela press release yang dilakukan, Hendro menyatakan, untuk peristiwa jambret yang terjadi di sekitar Jalan Arjuno, Surabaya, pada Kamis malam, (23/05/2024), yang membuat MDR (21) mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) meregang nyawa, pihaknya masih terus berupaya melakukan pengungkapan seoptimal mungkin mengejar pelaku.
“Kami sampai dengan hari ini dari awal kejadian kami senantiasa selalu optimal dalam mencari pelakunya, kami selalu mengevaluasi bagaimana rekan-rekan di lapangan bekerja. Kami Insya Allah berniat untuk mengungkap peristiwa tersebut, karena peristiwa itu cukup memprihatinkan walaupun korban meninggal bukan karena kejahatan penjambretan,” kata Hendro.
Baca Juga: Kriminalitas Naik, Warga Surabaya Diminta Jadi Polisi Bagi Diri Sendiri
Beberapa upaya yang sudah dilakukan, petugas saat ini telah melakukan pemeriksaan hasil rekaman CCTV mulai sejak dari mana MDR berkendara, hingga titik di mana peristiwa penjambretan dan terjatuhnya MDR karena mengejar pelaku. Menurut Hendro, ada beberapa ciri-ciri dari pelaku penjambretan terhadap MDR yang sudah dikantonginya.
Selain peristiwa jambret di Jalan Arjuna, Surabaya, petugas kini juga tengah menyelidiki kasus video viral pengemudi mobil yang mengeluarkan celurit sambil menyetir. Video tersebut diunggah akun Instagram @febyaudira. Hendro menegaskan, pihaknya saat ini juga sudah mengidentifikasi pengemudi arogan yang membahayakan pengendara lain itu.
Baca Juga: Jangan Lengah! Maling Handphone Beroperasi di Bus Suroboyo
“Memang sampai dengan saat ini kami belum mendapatkan laporan resmi dari korban. Namun setelah kami mendapatkan kabar yang viral tersebut, tim kami sudah turun, tim kami sudah mengidentifikasi siapa orangnya, tim kami sudah mengidentifikasi di mana mobilnya, sehingga apabila nanti korban membuat laporan resmi tentunya kita sudah memiliki langkah-langkah yang lebih reaktif,” tandas Hendro. (ASB)
Editor : Redaksi