Potretkota.com - Sosialisasi Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Surabaya terus dilakukan oleh tim Pasangan calon (Paslon) tunggal, yakni Eri Cahyadi - Armuji. Hal itu dibuktikan adanya banner bergambar pencoblosan yang terpasang saat acara gerak jalan tolak reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL) yang digagas Aliansi Masyarakat Peduli Surabaya (AMPS).
Karena dianggap belum saatnya kampanye, beberapa banner ukuran sekitar 2x1 meter bergambar Eri Cahyadi - Armuji pun dicoret ‘Tolak Reklamasi’. Tidak puas dengan coretan ‘Tolak Reklamasi’, salah satu tokoh masyarakat Taufik Monyong warga Kecamatan Bulak juga melakukan simulasi pencoblosan surat suara kotak kosong.
Baca Juga: Demi Kebaikan Warga, Praktisi Hukum Usulkan Rahmat Muhajirin dan Bupati Sidoarjo Berdamai
“Coblos kotak kosong,” kata Taufik Monyong, Minggu (15/9/2024) pagi di Sentra Ikan Bulak (SIB), Surabaya.
Taufik Monyong juga menegaskan, akan memenangkan kotak kosong jika para kandidat Pilkada 2024, Eri Cahyadi - Armuji mendukung reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL).
“Selama belum ada statmen resmi dari Eri Cahyadi dan Armuji dihadapan media, kami terus menyuarakan kepada masyarakat kota Surabaya untuk mencoblos kotak kosong,” tegasnya.
Baca Juga: Rahmat Muhajirin Suami Mimik Idayana Laporkan Bupati Sidoarjo Subandi ke Bareskrim Polri
Pun demikian, Ali Yusa warga Rungkut Surabaya. “Calon wali kota yang mendukung reklamasi pesisir timur Surabaya, akan kami lawan,” singkatnya.
Sebelumnya, Wawan Leak warga Keputran Surabaya menganggap Pilkada Surabaya merupakan fonomena pembodohan dan distorsi terhadap pemikiran demokratisasi secara massal. Ia berpendapat, seharusnya semua Partai Politik tidak mendukung satu pasangan calon (paslon) Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi - Armuji pada Pilkada 2024.
Baca Juga: Partai Demokrat Jatim Nilai Rasiyo Turut Selamatkan RS Pura Raharja
“Kalau 18 partai politik mendukung satu pasangan calon petahana Eri Cahyadi dan Armuji, ini justru menyesatkan masyarakat di Surabaya. Jelas ini ada yang tidak beres, tindakan ini menunjukkan kurangnya niat baik dari Eri Cahyadi dan Armuji maupun partai-partai pendukungnya,” jelas Wawan Leak.
Dikatakan Wawan Leak, tidak ada yang menonjol saat Surabaya dipimpin Eri Cahyadi dan Armuji. “Apa yang dibanggakan dari kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armuji? Mereka hanya mendukung masyarakat menengah keatas dan oligarki, tidak berpihak pada masyarakat kecil,” bebernya, mencontohkan surat ijo, merupakan salah satu janji politik Eri Cahyadi dan Armuji yang menguap begitu saja. (Hyu)
Editor : Redaksi