Potretkota.com - Dalam Pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024, Kota Surabaya hanya memiliki pasangan tunggal, yakni dari petahana Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakilnya Armuji.
Karena itu, Ketua Partai Gerinda Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso S.H.,M.H tak anggap enteng Pilkada Kota Surabaya melawan kotak kosong. Dalam pernyataannya, pria kelahiran Januari 1994 ini mengaku telah menyiapkan beberapa strategi khusus untuk memenangkan Eri Cahyadi - Armuji.
Baca Juga: Beredar di Indonesia, 1500 Kartu Remi Aksara Jawa Ludes Terjual
“Kami beberapa kali diskusi, konsolidasi baik dengan internal Partai Gerindra maupun partai koalisi, untuk menghadapi kotak kosong ini kan bukan sesuatu yang juga bisa dianggap remeh. Karena itu PR kami adalah mensosialisasikan karya nyata yang sudah dilakukan oleh Pak Eri dan Pak Armuji selama empat tahun kepemimpinan ini,” kata Cahyo, usai menghadiri rapat paripurna di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim), Jumat (13/9/2024).
Menurut Cahyo, dari Parta Gerindra akan terus mensosialisasikan pentingnya memilih dalam Pilkada 2024 dan berupaya meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada Surabaya mendatang. “Kami juga akan mensosialisasikan program unggulan Eri Cahyadi - Armuji dalam 5 tahun kedepan,” ujarnya.
Baca Juga: Politisi NasDem Dituntut 6 Tahun 6 Bulan Penjara dalam Perkara Korupsi Mamin DPRD Jember
Soal kampanye kotak kosong, Cahyo sendiri tidak mempermasalahan banyaknya tokoh masyakat di Surabaya yang sudah menyuarakan. “Itu merupakan bentuk demokrasi, ada yang pro dan kontra, itu biasa dalam suatu proses pemilu, tidak masalah,” akunya.
Cahyo berharap, nantinya bisa memenangkan pasangan Eri Cahyadi - Armuji (Erji) secara absolute. “Kami melihat hasil survey internal tingkat kepuasan publik dan juga elektabilitas Erji, tentu kami berupaya hasil survey tersebut betul-betul terjadi di 27 November nanti,” pungkasnya.
Baca Juga: Terdakwa Korupsi Akui Sisihkan Dana Hibah Jatim untuk Pembelian Rumah GP Ansor Bondowoso
Untuk diketahui, Eri Cahyadi - Armuji diusung 18 partai. Diantaranya, dari parlemen PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, PKS, PAN, PPP, NasDem, dan PSI. Sedangkan dari non parlemen, yakni Partai Garuda, Perindo, Ummat, PBB, Gelora, Partai Buruh, Hanura, dan PKN. (Hyu)
Editor : Redaksi