Buntut Berusaha Hentikan Orator

Kapolsek Genteng Diamuk Massa Tolak Reklamasi Surabaya Waterfront Land

avatar potretkota.com
Kompol Bayu Halim Nugroho diamuk massa tolak reklamasi SWL, di Balai Kota Surabaya, Jumat (20/9/2024).
Kompol Bayu Halim Nugroho diamuk massa tolak reklamasi SWL, di Balai Kota Surabaya, Jumat (20/9/2024).

Potretkota.com - Ribuan massa dari organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat termasuk gabungan nelayan, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) dan Kantor Wali Kota Surabaya, Jumat (20/9/2024). Kedatanganya tak lain meminta agar reklamasi empat pulau Surabaya Waterfront Land (SWL) digagalkan.

Saat berada di DPRD Jatim, massa ditemui oleh Ketua Tim Layanan Masyarakat (Lasmas), Warno Priyo Utomo alias Tomy. Menurutnya, aspirasi mereka akan disampaikan kepada wakil rakyat yang baru dilantik.

Baca Juga: Hakim PN Surabaya Keluhkan Pendemo Bawa Sound Besar 

"Aspirasi ini akan kami sampaikan kepada komisi D agar segera ditindaklanjuti," kata Tomy kepada ratusan massa aksi tolak reklamasi Surabaya Waterfront Land diatas mobil komando.

Usai ditemui perwakilan pegawai DPRD Jatim, massa dengan damai meninggalkan lokasi. Mereka lalu berpindah di halaman Balai Kota, depan Kantor Wali Kota Surabaya, Jalan Walikota Mustajab.

Massa yang datang lalu merapatkan barisan melakukan orasi damai. Mereka datang dan meminta agar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi atau Wakilnya Armuji segera menemuinya. Namun karena tidak ditemui, jalanan depan halaman Balai Kota Surabaya satu persatu ditutup paksa oleh armada pickup dan dua truk yang dibawa massa.

Baca Juga: Surabaya Pesisir yang Selalu Siap, Kecuali Saat Air Datang

Penutupan jalan oleh aksi massa sangat beralasan, dikerenakan dampak reklamasi Surabaya Waterfront Land bukan hitungan jam, melainkan seumur hidup hingga anak cucunya.

Tidak terima jalanan sementara ditutup paksa, Kapolsek Genteng Kompol Bayu Halim Nugroho., S.I.K., S.H terlihat marah-marah kepada massa yang dikomandoi aktivis 98, Taufik Monyong.

Karena perintah Kompol Bayu Halim Nugroho membuka jalan tidak dihiraukan Taufik Monyong, mantan Kasat Lantas Polres Pasuruan pun naik mobil komando dan berusaha menghentikan orasi, namun hal itu tetap saja ditolak.

Baca Juga: Demo Gerakan Pemuda Demokrasi di Kantor Demokrat Jatim Batal

Menurut Taufik Monyong, aksinya tidak ilegal sudah ada persetujuan dari Polrestabes Surabaya. Secara spontan, massa langsung geram lalu membuang air mineral kearah Bayu Halim Nugroho. Mereka bersamaan sembil berteriak meminta agar Kapolsek Genteng turun dari mobil komando.

Adanya amukan massa, Kapolsek Genteng lalu turun sembari turun membungkuk badan dan menempelkan telapak tangan tanda permintaan maafnya kepada massa aksi tolak reklamasi Surabaya Waterfront Land. Melihat hal ini, suasana massa aksi seketika mereda hingga pulang damai. (Tono)

Berita Terbaru