Potretkota.com - Debat kedua Pilgub Jatim 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur mengangkat tema "Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif dan Inovatif serta Pelayanan Publik yang Inklusif untuk Keadilan Masyarakat Jawa Timur", Minggu (3/11/2024).
Saat membuka acara, Ketua KPU Jawa Timur Aang Kunaifi menekankan pentingnya visi dan misi masing-masing pasangan calon. "Debat ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat dalam menentukan pilihan mereka pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024 mendatang," katanya.
Baca Juga: Menolak Penghapusan Pilkada Langsung
Dalam debat, Paslon Nomor Urut 1 Luluk Nur Hamidah - Lukmanul Khakim menyampaikan, pentingnya pemerintahan yang transparan dan akuntabel, dengan fokus pada penguatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik. "Kami ingin membangun Jawa Timur yang lebih maju dengan memanfaatkan teknologi untuk mempermudah akses layanan bagi masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Tanggapan KPU Kabupaten Pasuruan Soal Hibah Rp75 Miliar
Sementara, Paslon Nomor Urut 2 Khofifah - Emil Elestianto Dardak menitikberatkan pada program-program inovatif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor ekonomi dan pendidikan. "Program-program kami dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia," jelasnya.
Baca Juga: Bawaslu Sebut Salah Tulis Hasil Suara di Mojo Pelanggaran Etik
Berbeda, Paslon Nomor Urut 3 Tri Rismaharini - Zahrul Ashar Asumta alias Gus Hans mengusung konsep Jatim Berdaya dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jawa Timur. "Kami ingin membangun Jawa Timur yang adil dan sejahtera, dengan fokus pada pemerataan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat," ungkapnya.
Debat berlangsung dengan waktu yang cepat dan diwarnai dengan argumentasi yang saling bersahutan. Ketiga pasangan calon menunjukkan kemampuan mereka dalam menyampaikan gagasan dan menjawab pertanyaan dengan lugas dan meyakinkan. (KF)
Editor : Redaksi