Ecoton Teliti Kandungan Microbeads

Waspada! Pocari Sweat, Teh Hijau dan Teh Pucuk Bisa Sebabkan Kanker dan Gagal Ginjal

avatar Achmad Syaiful Bahri
Lembaga kajian ekologi dan konservasi lahan basah Ecoton, gelar aksi damai di depan Kantor BPOM Surabaya, Kamis, (07/11/2024).
Lembaga kajian ekologi dan konservasi lahan basah Ecoton, gelar aksi damai di depan Kantor BPOM Surabaya, Kamis, (07/11/2024).

Potretkota.com - Ecoton sebagai lembaga kajian ekologi dan konservasi lahan basah, menggelar aksi damai di depan Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM di Surabaya, Kamis, (07/11/2024). Aksi ini bertujuan mendesak BPOM segera bertindak atas temuan microbeads atau butiran plastik mikro dalam produk pembersih wajah, sampo, makanan dan minuman kemasan. 

Produk-produk itu sendiri beredar luas di pasaran sehingga berpotensi mengancam kesehatan generasi muda. Dalam aksinya, massa yang ikut hadir melakukan teatrikal yang menggambarkan skenario bayi-bayi yang terpapar mikroplastik dalam toples. Hal ini seraya menggambarkan temuan bayi-bayi terpapar mikroplastik sejak dalam kandungan sampai dilahirkan. 

Ecoton mengingatkan bahwa microbeads sangat berbahaya bagi kesehatan para generasi muda. Dalam jangka panjang, partikel mikroplastik ini yang secara tidak langsung dapat mencemari tubuh manusia, terutama pada bayi yang tubuhnya masih sangat rentan terhadap paparan zat berbahaya. Kepala Laboratorium Plastic Ecoton, Rafika Aprilia mengatakan, Ecoton telah melakukan penelitian. 

Penelitian dilakukan pada beberapa produk perawatan bayi dan perawatan diri yang banyak digunakan oleh masyarakat. Hasilnya, dari 83 produk yang diteliti dan beredar luas di pasaran, terdapat 58 persen produk terdeteksi adanya zat mikroplastik. Produk ini berisiko masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit ditambah ketika digunakan pada bayi maka akan sangat rentan. 

Bahkan dalam temuan ini, Ecoton mengungkap ada satu produk yang mengandung 10 jenis mikroplastik di dalamnya, yang apabila dikonsumsi atau terpapar dalam jangka panjang dapat memicu munculnya sel kanker, diabet hingga gagal ginjal. Oleh karenanya, Ecoton sangat mendesak BPOM untuk segera bertindak tegas terhadap produk-produk yang sudah dilakukan penelitian. 

“Kami meneliti di 80 produk yang dijual di Hypermart, Lotte ataupun Superindo itu produk-produk perawatan diri seperti sabun bayi, kemudian pasta gigi dan lain sebagainya itu mengandung mikroplastik, dengan ini biasanya itu disebutkan ada microbeadsnya. Nah salah satunya itu mikroplastik, dan 50 persennya itu mengandung mikroplastik perawatan diri,” kata Rafika. 

Rafika menegaskan, seharusnya ini tidak boleh dikonsumsi, karena mikroplastik ketika masuk ke dalam tubuh anak-anak bayi ataupun manusia dewasa, baik melalui kontak kulit, makanan dan minuman maupun melalui udara yang dihirup setiap hari dan menimbulkan kerusakan karena ada 16000 senyawa kimia beracun dalam plastik itu sendiri dan itu mengganggu hormon. 

Mikroplastik dapat menurunkan kesehatan hormon dan ketika hormon sudah terganggu, maka metabolisme di dalam tubuh ikut terganggu sehingga merusak organ-organ di dalamnya. Hal juga bisa menyebabkan gangguan jangka panjang seperti kanker, diabates meletus, gagal ginjal dan sebagainya. Ecoton sudah meneliti 80 produk dan 50 persennya mengandung mikroplastik. 

“Sedangkan kita juga meneliti mikroplastik yang ada di minuman berpemanis dan kemasan yang salah satunya adalah Poccari Sweat, Teh Hijau, kemudian ada Teh Pucuk Harum dan lain sebagainya. Dan dari 30 merek yang kita teliti itu semuanya mengandung mikroplastik dengan jumlah yang berbeda dan yang paling banyak itu adalah Poccari Sweat dan Teh Hijau,” jelas Rafika. 

Teorinya, kemasan produk yang terbuat dari plastik sangat rentan terhadap panas, yang apabila terkena panas maupun gesekan, maka produk dengan kemasan plastik yang dijual di warung-warung dan di toko-toko itu dapat tergradasi menjadi mikroplastik. 16000 senyawa kimia yang tersusun dari plastik itu bisa rontok sehingga membentuk mikroplastik.(ASB)

Berita Terbaru