Jelang Nataru, Harga Telur Ayam di Surabaya Naik

avatar potretkota.com
Pedagang Pasar Dukuh Kupang Surabaya.
Pedagang Pasar Dukuh Kupang Surabaya.

Potretkota.com - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, harga telur ayam di pasar tradisional Surabaya mengalami lonjakan signifikan. Dalam tiga hari terakhir, harga telur ayam dari Rp24.000 per kilogram naik menjadi Rp29.000 per kilogram. Kenaikan harga ini membuat para pedagang mengeluh karena omset penjualan mereka menurun.

Seorang pedagang telur ayam di Pasar Dukuh Kupang Surabaya, Hanafi mengungkapkan bahwa kenaikan harga telur ayam dalam tiga hari terakhir telah berdampak pada penjualannya.

Baca Juga: Pantai Teluk Asmara Wisata Tersembunyi di Malang

"Ada kenaikan pak ya, dulunya sebelum itu kan cuman 24 ribu, sekarang sampai 29 ribu saya jual. Ya tiap harinya naik, kalau bisa jelang Natal dan Tahun Baru dinormalkan, kasihan rakyat ini. Dampak juga ini, biasanya beli 2 kilo jadi 1 kilo. Kadang yang mau beli nggak jadi karena naik," ujar Hanafi, Selasa (10/12/2024) kemarin.

Tidak hanya telur ayam, harga cabai rawit dan cabai merah besar juga mengalami kenaikan. Harga cabai rawit yang sebelumnya Rp25.000 per kilogram kini menjadi Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai merah besar naik dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Harga bawang putih juga ikut naik dari Rp45.000 menjadi Rp47.000 per kilogram.

"Kayak sayur naik, cabai kecil cabai merah naik. Yang asalnya 25 ribu cabai kecil sekarang 35 ribu, cabai besar 30 ribu," ungkap Sofia, seorang pedagang sayur di Pasar Dukuh Kupang.

Kenaikan harga bahan pangan jelang Nataru ini dikeluhkan oleh masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah. "Kalau bisa setiap mau Natal Tahun Baru harganya normal lah, jangan naik semua tinggi semua naiknya. Ya pak susah terlalu tinggi, kebutuhan lain banyak," keluh Kurniawan, seorang pembeli bahan pangan.

Baik pedagang pasar maupun masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan stabilisasi harga untuk meringankan beban mereka. Kenaikan harga bahan pangan jelang Nataru memang menjadi fenomena tahunan yang kerap terjadi. Namun, diharapkan pemerintah dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk menekan kenaikan harga, seperti operasi pasar atau subsidi biaya angkut.

Kenaikan harga sejumlah bahan pangan jelang Nataru di Surabaya menjadi bukti bahwa kebutuhan pokok masyarakat rentan terhadap fluktuasi harga. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menstabilkan harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau. (KF)

Baca Juga: BP BUMN Pastikan Pasokan Listrik Aman Selama Libur Nataru

Berita Terbaru