Daftar Anggota DPRD Jatim ke Luar Negeri Kloter Pertama 9 Orang

avatar potretkota.com
Pengumuman dari Ketua DPRD Jatim, 8 Mei 2025.
Pengumuman dari Ketua DPRD Jatim, 8 Mei 2025.

Potretkota.com - Kloter pertama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) yang berangkat ke Finlandia, 5-14 Mei 2025 rencana total 10 orang termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) staf pendamping Komisi A.

Karena ada acara, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Dr. Ramliyanto, SP., MP, memilih tidak ikut rombangan. Meski begitu, mantan Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Pemprov Jatim yang pernah di periksa Kejaksaan terkait korupsi ditubuh Dinas Pendidikan tetap menjadi sorotan.

Baca Juga: Nama Korlap Hibah Pokir Kusnadi DPRD Jatim Dibongkar Lagi, Duh!

Daftar Anggota DPRD Jatim yang ikut belajar pemanfatan teknologi informasi berbasis Artificial Intelligence (AI) di Aalto University, Finlandia, antara lain:

  1. Dedi Irwansa, S.Pd (Partai Demokrat)
  2. M. Naufal Alghifary, S.H., M.Kn. (Partai Demokrat)
  3. Fauzan Fu’adi, S.I.Kom., M.Med.Kom (Partai Kebangkitan Bangsa)
  4. H. Ubaidillah, S.Fil.I, (Partai Kebangkitan Bangsa)
  5. Abdullah Muhdi, M.H. (Partai Kebangkitan Bangsa)
  6. Yordan M. Batara Goa, S.T., M.Si (PDI Perjuangan)
  7. Saifudin Zuhri, S.H.I. (PDI Perjuangan)
  8. Farid Kurniawan Aditama, S.Pi. (Partai Gerindra)
  9. Fakhri Zaidan Nasrulloh (PNS staf Komisi A DPRD Jatim)

Menaggapi hal ini, Ketua Barisan Aktivis 98, Andreas Pardede heran saat diberlakukan efisiensi anggaran, Anggota DPRD Jatim berani berpergian ke Luar Negeri menggunakan anggaran dari BPSDM Pemprov Jatim.

Baca Juga: Terdakwa Hasanuddin Serahkan Uang ke Sae’an Choir Rp2,5 Miliar

“Ini sudah sesat berfikirnya, anggota dewan itu fungsinya bukan menjalankan fungsi dari ahli IT, tapi anngota dewan itu adalah politisi yang domain kerjanya perumusan dan pembuatan kebijakan public,” jelas Andreas Pardede, Senin (19/5/2025).

“Kalau alasan jadi peserta, sangat tidak masuk akal. Justru harusnya anggota dewan itu menjalankan fungsi controlling-nya terhadap eksekutif agar tidak menggunakan angaran untuk kenjungan luar negeri, kok mereka malah ikut serta,” tambahnya.

Baca Juga: Nama Sae’an Choir P2SEM Muncul di Sidang Hibah Pokir DPRD Jatim

Andreas Pardede sangat tau betul soal anggaran di Pemerintah, karena pernah menjabat Komisioner Bawaslu Jatim. “Jadi kalau para OPD atau bahkan masyarakat luas butuh pemahaman dalam pemanfaatan teknologi AI, maka pemerintah bisa buat program sosialisasi pemanfaatan teknologi AI. Dalam kaitan ini yang perlu ke luar negeri untuk belajar pemanfaatan teknologi AI adalah cukup orang-orang yang domain fungsinya di IT (para ahli IT), bukan anggota dewan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pekerjaan Komisi A DPRD Jatim meliputi, Ketenteraman dan ketertiban, Administrasi kependudukan, Penerangan/pers, Hukum, perundang-undangan, dan hak asasi manusia, Kepegawaian, aparatur, narkotika, dan penanganan korupsi, kolusi, dan nepotisme, Perijinan, Sosial politik dan organisasi kemasyarakatan, Pertanahan, Wilayah kelautan daerah, Perlindungan konsumen dan pemberdayaan masyarakat. (ASB)

Berita Terbaru