Akhiri Dualisme Kepemimpinan

DPC GMNI Bentuk Badan Pekerja Kongres Nasional 2025 ke XXII

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) resmi membentuk Badan Pekerja Kongres ke-XXII guna menyelesaikan dualisme kepemimpinan di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI. Inisiatif ini dipelopori oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Kota Surabaya dan DPC GMNI Jember, sebagai respons terhadap dinamika organisasi yang telah menghambat laju perkembangan GMNI sebagai organisasi kader dan perjuangan berbasis Marhaenisme.

Badan Pekerja Kongres Nasional ke-XXII ini bertugas mempersiapkan dan menyelenggarakan kongres persatuan yang diharapkan dapat mengakhiri perpecahan kepemimpinan antara kubu Arjuna Putra Aldino dan Imanuel Cahyadi, yang telah berlangsung sejak Kongres Ambon 2019. Dualisme ini, menurut Ketua DPC GMNI Surabaya, Virgiawan Budi, telah melemahkan marwah perjuangan GMNI dan menghambat konsolidasi ideologi Marhaenisme serta proses kaderisasi.

Baca Juga: GMNI Surabaya Raya Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025

“Badan Pekerja Kongres ini dibentuk untuk memastikan Kongres ke-XXII menjadi momentum persatuan. Kami ingin GMNI kembali fokus pada perjuangan ideologis, memperluas eksistensi organisasi, dan sensitif terhadap isu-isu kebangsaan, isu nasional bukan hanya terjebak pada konflik internal,” ujar Virgi dalam keterangan resminya. Ia menegaskan bahwa semangat Marhaenisme sebagai ruh perjuangan GMNI harus menjadi landasan utama dalam setiap derap juang organisasi.

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Jember, Abdul Aziz Al Fazri menyatakan bahwa pembentukan badan ini juga bertujuan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya antar cabang se Indonesia untuk mengkonsolidasikan kekuatan GMNI. “Kuat karena bersatu, bersatu karena kuat. Kami ingin kongres ini tidak hanya menyelesaikan dualisme, tetapi juga mengkristalisasi keringat perjuangan untuk kebesaran bangsa, kemakmuran rakyat dan menyelenyapkan sterilitiet dalam tubuh GMNI,” ujar Aziz tersebut.

Badan Pekerja Kongres Nasional ke-XXII akan melibatkan perwakilan dari berbagai cabang GMNI di seluruh Indonesia, dengan fokus pada revitalisasi organisasi, penguatan ideologi Marhaenisme, dan peneguhan peran GMNI sebagai korps Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang. Kongres Persatuan ini diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan nasional yang solid dan mampu menjawab tantangan zaman, sejalan dengan semangat Samenbundelling van alle revolutionaire krachten (persatuan semua kekuatan revolusioner) yang digaungkan Bung Karno.

Ketua Badan Pekerja Kongres Nasional, Surya Dwi Hadmaja, menyambut baik pembentukan badan ini. Ia menegaskan bahwa mayoritas cabang mendukung format Kongres Persatuan 2025 untuk mengembalikan GMNI pada visi awalnya sebagai organisasi perjuangan dan kader. “GMNI harus kembali menjadi juru pikir dan juru bicara zaman baru, bukan terjebak dalam konflik internal,” katanya.

Dengan semangat “Pejuang Pemikir, Pemikir Pejuang,” GMNI optimistis dapat melangkah menuju masa depan yang lebih bersatu dan digdaya.

Baca Juga: Agus Kasiyanto Hakim Ad Hoc Tipikor Kenalkan Pengadilan ke Mahasiswa Hukum Unesa

DPC GMNI Surabaya dan Jember SOLID Akhiri Dualisme Kepemimpinan Pusat

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Surabaya dan Jember mengambil langkah strategis dengan mempelopori pembentukan Badan Pekerja Kongres ke-XXII GMNI. Inisiatif ini bertujuan untuk menyelesaikan dualisme kepemimpinan nasional di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI yang telah menghambat dinamika organisasi sejak Kongres XXI di Ambon tahun 2019.

Dualisme kepemimpinan yang melibatkan kubu Imanuel Cahyadi-Soejahri Somar dan Arjuna Putra Aldino-M. Ageng Dendy Setiawan telah menciptakan ketidakpastian organisasi, melemahkan konsolidasi kader, dan mengurangi marwah perjuangan GMNI yang berlandaskan Marhaenisme ajaran Bung Karno. Untuk itu, DPC GMNI Surabaya dan Jember, sebagai cabang yang historis konsisten dalam menjaga marwah ideologi Marhaenisme, menginisiasi pembentukan Badan Pekerja Kongres Nasional untuk memastikan penyelenggaraan Kongres ke-XXII berjalan demokratis, inklusif, dan berorientasi pada persatuan.

Ketua DPC GMNI Surabaya, Virgiawan Budi, menegaskan bahwa pembentukan Badan Pekerja Kongres merupakan wujud komitmen untuk mengembalikan GMNI pada arah perjuangan sejati. “Kami ingin Kongres ke-XXII menjadi momentum konsolidasi intelektual dan ideologis, bukan ajang kontestasi kekuasaan. Marhaenisme harus kembali menjadi ruh yang melandasi langkah kita sebagai Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya membuka ruang komunikasi seluas-luasnya antar cabang untuk menyatukan visi dan misi organisasi.

Baca Juga: Marhaenis: Apakah Hari Kesaktian Pancasila Betul-betul Objektif?

Sementara itu, Ketua DPC GMNI Jember, Abdul Aziz Al Fazri menyatakan bahwa perpecahan selama ini seharusnya tidak hanya berkutat pada isu struktural, melainkan menjadi peluang untuk memperluas eksistensi GMNI dalam memperjuangkan isu-isu kebangsaan. “Kita harus peka terhadap persoalan nasional, seperti ketimpangan sosial dan tantangan kedaulatan bangsa, serta memperbesar peran kader di luar simbolisasi semata dan hilangkan sterilitiet dalam tubuh GMNI,” ungkapnya.

Badan Pekerja Kongres ke-XXII, yang akan melibatkan perwakilan dari berbagai cabang GMNI se-Indonesia, memiliki mandat untuk merumuskan agenda persatuan, menyempurnakan sistem kaderisasi, dan menetapkan langkah strategis untuk memperkuat nation and character building. Badan ini juga diharapkan dapat menenangkan dinamika internal tanpa mengorbankan identitas GMNI sebagai organisasi perjuangan yang berpijak pada Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Langkah ini mendapat dukungan dari sejumlah cabang lain, seperti Medan, Bandung, dan Yogyakarta, yang sebelumnya juga menyuarakan kebutuhan akan kongres persatuan. “GMNI harus kembali menjadi kapal persatuan, sebagaimana yang ditekankan Bung Karno. Dualisme harus diakhiri demi keberlanjutan perjuangan Marhaenisme dan Cabang Surabaya siap menjadi tuan rumah Kongres Persatuan,” kata Ketua Badan Pekerja Kongres Nasional Surya Dwi Hadmaja

Badan Pekerja Kongres ke-XXII dijadwalkan segera menggelar pertemuan di Blitar dalam ziarah Kebangsaan untuk menyusun jadwal dan format kongres yang akan dihelat dalam waktu dekat. Dengan semangat Marhaenisme sebagai ruh perjuangan, GMNI optimistis dapat melangkah bersama menuju Indonesia yang berdaulat, merdeka, dan berkeadilan sosial. (*)

Berita Terbaru