Potretkota.com - Salah satu penyebab langkanya LPG bersubsidi 3 kilogram di Pantura Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan diduga salah satunya yakni ulah pangkalan nakal yang merupakan penyalur resmi LPG bersubsidi 3 kilogram.
"LPG ada tapi kami kalau beli tidak dikasih," kata Misnan salah satu warga kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, kabupaten Pasuruan, Minggu (27/7/25).
Baca Juga: 55 Pejabat Dimutasi Wali Kota Pasuruan
Salah satu pemilik agen LPG yang pangkalanya tidak menjual kepada masyarakat umum saat dikonfirmasi mengungkapkan, bahwa salah satu pangkalanya memang pernah menjual beberapa tabung kepada tengkulak yang disinyalir kuat untuk mengolah minuman keras.
"Cuma sekali 25 tabung," ujar Dwi Hardono owner agen LPG bersubsidi KKM saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Reklame Rokok yang Roboh di Depan RSUD Bangil Diduga Ilegal
Sebelumnya, masyarakat Pantura Bangil kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi di pangkalan resmi maupun toko klontong dan diduga kuat disalahgunakan penyalurannya oleh pangkalan resmi.
LPG bersubsidi 3 kilogram sempat menghilang dari pasaran di Desa Manaruwi, Kelurahan Dermo dan Kelurahan Latek, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan beberapa hari terakhir. Terlebih, pangkalan resmi mengambil keuntungan Rp2000 rupiah, yakni Rp20.000, lebih tinggi dari harga Rp 18.000 dari HET (Harga eceran tertinggi) yang ditetapkan Gubenur Jawa Timur.
Baca Juga: Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Reklame Rokok Roboh di Depan RSUD Bangil Pasuruan
Meskipun langka, pihak-pihak terkait belum melakukan inspeksi mendadak untuk mengatasi kelangkaan LPG bersubsidi yang merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. (dyt)
Editor : Redaksi