Potretkota.com - Peredaran minuman keras (miras) jenis arak di wilayah Kabupaten Pasuruan mendapat sorotan dari Gus Kampung dan Duriah Semendi. Alasannya, selain haram, miras dapat merusak akal sehat.
"Allah mengharamkan minuman keras, pertama tertuang dalam surat Al Baqoroh, minuman keras tidak banyak manfaatnya bagi manusia," terang Koordinator Gus Kampung Jawa Timur, Yahya Sarwani, Selasa (5/8/2025).
Baca Juga: Anggaran Street Art Fashion Carnival Pasuruan Jadi Sorotan
"Kedua, minuman keras bisa merubah akal, sehingga tidak boleh melaksanakan sholat disaat mabuk. Dan yang ketiga, minuman keras ringsun (bahaya yang tidak terlihat) sehingga tiba-tiba tidak terkendali," tambahnya.
Senada, Sekertaris Duriah Semendi Gus Saiful Huda menjelaskan, minuman keras yang beredar meresahkan, apalagi pabriknya berada di di Kabupaten Pasuruan. "Efeknya minuman keras jenis arak itu bisa menyebabkan lupa terhadap dirinya sendiri, dan bisa berakibat buruk kepada orang yang meminumnya," ujarnya.
Baca Juga: Ditangkap Bareskrim Polri, Hakim Pengadilan Negeri Surabaya Tak Tahan Jefry Bos Kosmetik Ilegal
"Pemerintah dan Polisi harus bertindak terhadap hal ini, terutama pabriknya," imbuh Gus Saiful Huda yang juga Ketua Pondok Pesantren Nurul Islam.
Gus Huda sapaan akrabnya tidak tinggal diam, ia berencana berkoordinasi dengan para kyai untuk memberantas peredaran minuman keras yang terindikasi berdiri di Kabupaten Pasuruan.
Baca Juga: Guru ASN Gugat Aturan Perpanjang SIM di MK
"Saya akan menyampaikan keresahan ini ini kepada Duriah Semendi, para kyai dan PCNU," pungkas Gus Huda.
Seperti pemberitaan sebelumnya, hasil penelusuran Potretkota.com, pengusaha inisial K diduga kuat membuat miras jenis arak di wilayah Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan dengan menggunakan LPG bersubsidi 3 kilogram. Pabrik minuman keras diproduksi berkala oleh K, informasinya dijual ke Pasuruan dan Sidoarjo. (dyt)
Editor : Redaksi