GMNI Ajak Maba Unesa Gaungkan Semangat Trisakti Bung Karno

avatar potretkota.com

Potretkota.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya turut hadir dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada tahun 2025.

Dihadapan 1.365 mahasiswa baru alias maba, GMNI Surabaya menggaungkan nilai-nilai Trisakti Bung Karno sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga: ITS Bantu Mahasiswa Korban Bencana Sumatera dan Aceh

Ketua GMNI Surabaya, Alfito Rafif Amanda mengatakan, bahwa mahasiswa harus senantiasa kembali pada jati diri bangsa dengan menjadikan Trisakti Bung Karno sebagai landasan hidup.

“Kehidupan berbangsa tidak boleh tercerabut dari akar kebangsaan kita. Kita harus terus menggaungkan semangat Trisakti Bung Karno berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, sebagai kunci dalam membentuk kesadaran bela negara dan memperkuat identitas nasional di tengah arus globalisasi,” ungkap Alfito dalam penyampaian materinya, Selasa (19/8/2025).

Alfito juga menambahkan bahwa mahasiswa baru harus menyadari peran strategisnya sebagai generasi penerus bangsa. “Mahasiswa FIKK Unesa hari ini bukan sekadar penerima ilmu, tetapi juga calon pemimpin yang dituntut untuk menjaga jati diri bangsa dan menghadirkan solusi atas persoalan rakyat. Membela kaum marhaen, hadir di tengah rakyat, dan mengawal cita-cita kemerdekaan adalah jalan juang yang harus terus kita tegakkan,” tegasnya.

Pun demikian, Ketua Bidang Politik GMNI Surabaya, Aulia Thariq Akbar menyoroti tantangan perguruan tinggi di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi seharusnya diarahkan untuk kepentingan manusia dan penyelesaian masalah sosial.

Baca Juga: GMNI Surabaya Raya Peringati Hari Disabilitas Internasional 2025

“Di era Society 5.0, teknologi diarahkan untuk human-centered problem solving. Pendidikan bukan sekadar adaptasi, melainkan transformasi. Mahasiswa harus menjadi solution maker, bukan hanya job seeker,” tambahnya.

Atha juga menambahkan, saat ini mahasiswa bukan hanya agent of change, melainkan juga guardian of values penjaga nalar kritis dan etika di tengah banjir informasi digital. “Untuk itu, kita harus berani memperbaiki sistem pendidikan dari hulu ke hilir, memastikan semakin banyak anak bangsa yang mendapat akses pendidikan berkualitas,” imbuhnya.

Sementara, Ketua BEM FIKK Unesa, Arya Fajar Dwi Putra menyampaikan apresiasinya kepada GMNI Surabaya yang telah berbagi perspektif kebangsaan dan politik kepada mahasiswa baru.

Baca Juga: Universitas Adi Buana Gelar Lomba Inovasi Digital Mahasiswa  2025

“Atas nama keluarga besar BEM FIKK Unesa, kami mengucapkan terima kasih kepada Bung Alfito dan Bung Atha atas materi yang penuh makna. Harapan kami, mahasiswa FIKK Unesa 2025 peduli terhadap kondisi bangsa dan politik, serta mampu membentuk mahasiswa FIKK yang berkarakter, kritis, dan tangguh sebagai pemimpin muda yang sportif dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi ini, PKKMB FIKK Unesa 2025 diharapkan dapat menjadi langkah awal mahasiswa baru dalam menapaki perjalanan akademik sekaligus menguatkan kesadaran kebangsaan demi masa depan Indonesia yang berdaulat dan berdaya saing. (*/Hyu)

Berita Terbaru