Saatnya Regenerasi Atlet

Senam SABI Piala Wali Kota Surabaya 2025 Ajang Pembinaan dan Kebugaran Masyarakat

avatar Achmad Syaiful Bahri
Kadisbudporapar Surabaya Hidayat Syah (keempat berdiri dari kanan), Ketua KORMI Kota Surabaya, Muhammad Sunar (kelima berdiri dari kanan) bersama panitia dan peserta lomba Senam SABI di Atom Mall.
Kadisbudporapar Surabaya Hidayat Syah (keempat berdiri dari kanan), Ketua KORMI Kota Surabaya, Muhammad Sunar (kelima berdiri dari kanan) bersama panitia dan peserta lomba Senam SABI di Atom Mall.

Potretkota.com – Pemerintah Kota Surabaya kembali menggelorakan semangat olahraga masyarakat melalui ajang Lomba Senam Ayo Bersatu Bugar Indonesia (SABI) Piala Wali Kota Surabaya 2025.

Kegiatan yang digelar Rabu (5/11/2025) di bawah koordinasi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) ini menjadi bagian dari pembinaan komunitas olahraga masyarakat bersama Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).

Kepala Disbudporapar Kota Surabaya, Hidayat Syah, menegaskan, lomba tahunan tersebut bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sarana pembinaan dan regenerasi atlet senam.

“Piala Wali Kota ini rutin kami adakan setiap tahun. Tujuannya untuk menumbuhkan semangat olahraga dan mencetak bibit-bibit baru atlet senam di Surabaya,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Menurut Hidayat, penyelenggaraan lomba ini juga menjadi langkah strategis untuk menjaring peserta berbakat yang akan disiapkan menuju kejuaraan di tingkat provinsi hingga nasional.

“Peserta terbaik akan kami dorong ke Porda Jawa Timur, dan bila berprestasi bisa mewakili daerah di ajang Pornas. Jadi, ini bukan lomba seremonial, melainkan proses pembinaan berjenjang,” tegasnya.

Ia menambahkan, manfaat dari kegiatan ini tidak hanya sebatas peningkatan prestasi, tetapi juga membentuk pola hidup sehat dan memperkuat jejaring komunitas kebugaran di masyarakat.

“Peserta bukan hanya berolahraga, tapi juga memperluas pertemanan, menjaga kebugaran, dan mengharumkan nama Surabaya di tingkat nasional,” kata Hidayat.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Senam SABI 2025, Titin Suryatini, menjelaskan tahun ini kegiatan mengusung tema “Ayu Bersatu Bugar 2045.” Senam SABI, yang merupakan olahraga rekreasi resmi milik KORMI Nasional, kini menjadi agenda wajib di berbagai daerah.

“Yang dilombakan adalah Senam Ayu Bersatu Bugar 2045 atau SABI. Ini senam khas KORMI yang kami terus sosialisasikan ke masyarakat agar makin dikenal luas,” ujar Titin.

Sebanyak 81 peserta berpartisipasi dalam lomba kali ini, terdiri atas lima tim kelompok utama, 32 instruktur, dan 35 peserta kategori pemula. Penilaian meliputi teknik gerak, kekompakan, penampilan, serta semangat dari awal hingga akhir.

“Peserta kami rekrut dari berbagai kecamatan, sanggar, hingga komunitas lingkungan. Para pemenang akan memperebutkan empat kategori juara: I, II, III, dan harapan I,” jelasnya.

Di satu sisi, Ketua KORMI Kota Surabaya, Muhammad Sunar, menyebut penyelenggaraan rutin Senam SABI membuktikan komitmen Pemkot Surabaya dalam mendorong gaya hidup sehat masyarakat.

“SABI ini merupakan olahraga rekreasi resmi milik KORMI dan wajib dilombakan di semua tingkatan. Surabaya termasuk yang paling aktif dan konsisten melaksanakannya,” ujar Sunar.

Ia menjelaskan, seluruh induk olahraga rekreasi masyarakat (Inorga) di bawah KORMI kini telah memiliki struktur kepengurusan dari tingkat nasional hingga daerah.

“Semua Inorga sudah terbentuk dan berjalan. Surabaya bahkan menjadi daerah terdepan dalam implementasi kegiatan olahraga masyarakat,” imbuhnya.

Sunar menilai dukungan Disbudporapar menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi olahraga rekreasi di Surabaya.

“Kami berterima kasih kepada Pemkot yang memberi ruang luas bagi komunitas kebugaran untuk berkembang. Ke depan, kami ingin olahraga menjadi identitas positif warga Surabaya,” katanya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa target jangka panjang KORMI adalah menjadikan Surabaya sebagai kota dengan tingkat kebugaran tertinggi di Indonesia.

“Data nasional menunjukkan kebugaran warga Jawa Timur masih di bawah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Surabaya harus menjadi motor perubahan agar tidak tertinggal,” pungkasnya. (ASB)

Berita Terbaru