Potretkota.com - Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bukan sekadar ajang diskusi, Senin (17/11/2025).
Lebih dari itu, KPPTI 2025 menjadi deklarasi perang terhadap momok pengangguran yang menghantui para lulusan sarjana. Dengan menggandeng industri dan diaspora, KPPTI 2025 bertekad menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif dan berdaya saing.
Di tengah kekhawatiran tentang banyaknya lulusan sarjana yang kesulitan mencari kerja, KPPTI 2025 di Unesa hadir membawa angin segar. KPPTI 2025 menegaskan komitmennya untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri, sehingga lulusan perguruan tinggi dapat lebih mudah terserap di pasar kerja.
Salah satu upaya konkret adalah melalui sesi CEO Talks yang menghadirkan para pemimpin industri terkemuka di Indonesia.
Baca Juga: 3 Siswa Jadi Korban Plafon Ambruk di Kelas SMP Negeri 60 Surabaya
Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi menegaskan bahwa topik besarnya adalah bagaimana peran industri dalam penguatan ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia. "Ini juga menyasar isu kebutuhan sumber daya manusia di industri yang bisa dikontribusikan oleh perguruan tinggi," ujarnya.
Beberapa CEO yang telah mengonfirmasi kehadirannya antara lain dari PT Pindad hingga PT PAL. Diharapkan, kehadiran mereka dapat membuka wawasan bagi perguruan tinggi tentang kebutuhan industri, sehingga kurikulum dan program pendidikan dapat disesuaikan.
Sementara itu, Rektor Unesa, Nurhasan menambahkan bahwa KPPTI 2025 juga akan menghadirkan kontribusi dari diaspora Indonesia dan membahas cara mengkomunikasikan inisiatif kampus berdampak kepada publik melalui tokoh-tokoh media.
Lebih lanjut, Nurhasan menekankan pentingnya adaptasi kurikulum dengan melibatkan industri dan calon lulusan sarjana. "Selain di sektor industri tenaga kerja, pada saat calon sarjana ini juga diberikan bentuk aktivitas baik fasilitas magang, wirausaha, serta belajar UMKM sehingga para lulusan sarjana nantinya tidak melulu mencari pekerjaan, justru bisa membuka lapangan pekerjaan," jelasnya. (KF)
Baca Juga: Pengadaan Alat Gamelan Jawa SD di Magetan Akhirnya Berfungsi
Editor : Redaksi