Potretkota.com – Persatuan Batu Nusantara (PBN) kembali menggelar kontes uji tembak batu akik sebagai ajang silaturahmi sekaligus upaya membangkitkan kembali pamor batu cincin yang sempat berjaya beberapa tahun silam. Kontes ini rutin digelar dua kali dalam sepekan, setiap Rabu dan Sabtu, dan terbuka bagi seluruh pecinta batu akik dari berbagai daerah.
Ketua PBN, Sunyoto, mengatakan ide penyelenggaraan kontes ini berawal dari pengalamannya mengikuti pembukaan PBAP di kawasan Sawapulo. Saat itu, salah satu batu miliknya berhasil lolos uji tembak.
Baca Juga: Kontes “Batu Tembak” Meriahkan HUT ke-2 Persatuan Batu Nusantara
“Dari situ muncul keinginan saya untuk merekatkan persaudaraan, mengumpulkan saudara-saudara sesama pencinta batu, agar nama-nama batu bisa booming lagi seperti dulu,” ujar Sunyoto.
Sunyoto menjelaskan, komunitas yang dipimpinnya sempat mengalami beberapa kali perubahan nama. Mulai dari BTN (Batu Tuan Nusantara), kemudian PBN (Persatuan Batu Nusantara), hingga sempat menjadi PPBN (Persatuan Pusaka Batu Nusantara). Namun, konsep pusaka akhirnya dihilangkan.
“Karena tujuan kami bukan pusaka atau jimat. Di sini kami menolak semua jimat. Yang kami uji murni batu cincin dan perhiasan batu, entah itu cincin, gelang, kalung, atau liontin,” tegasnya.
Ia menegaskan, uji tembak yang dilakukan bukan untuk ajang adu kesaktian atau kekuatan mistis.
“Ini bukan soal siapa yang paling sakti atau paling kuat. Tujuan utama kami adalah silaturahmi, menambah saudara, dan membantu meningkatkan nama-nama batu akik agar kembali dicintai semua kalangan,” katanya.
Dalam satu sesi pengujian, jumlah peserta bisa mencapai ratusan. Sunyoto menyebut, dari 500 hingga 600 batu yang diuji, tidak semuanya lolos.
“Kadang yang lolos hanya 10 batu, kadang 20, bahkan pernah zonk. Kita tidak pernah tahu kandungan energi alamnya. Justru di situlah menariknya,” jelas Sunyoto.
Penilaian pemenang dilakukan berdasarkan jarak geser gelas saat uji tembak. Jika jarak sama, maka penentuan juara dilihat dari ketinggian atau volume air sebagai nilai pembanding.
Para pemenang akan mendapatkan edikat atau sertifikat kepemilikan, lengkap dengan barcode yang terhubung ke kanal YouTube PBN sebagai dokumentasi resmi.
“Juara satu, dua, tiga, sampai yang lolos lainnya, semua dapat edikat. Ini hak milik sekaligus identitas batu,” tambahnya.
Kontes ini juga disiarkan secara langsung melalui media sosial, termasuk TikTok dan YouTube, sehingga dapat disaksikan oleh pecinta batu dari berbagai daerah.
Sementara itu, salah satu peserta, Musrifin, pecinta batu akik asal Gresik, Jawa Timur, mengaku antusias mengikuti kontes tersebut. Ia mendaftarkan 10 batu akik miliknya untuk diuji.
“Saya datang untuk mengikuti kontes uji ketahanan batu akik. Mudah-mudahan menang. Selain lomba, ini juga ajang silaturahmi dengan sesama pecinta batu akik di Jawa Timur,” ujar Musrifin.
PBN juga berencana menggelar event berskala lebih besar ke depan, termasuk kontes akbar dengan tiket pendaftaran tertentu dan hadiah jutaan rupiah.
“Insya Allah, ke depan kita ingin adakan tingkat Jawa Timur. Kalau bertepatan dengan ulang tahun Surabaya, kita buat acara besar. Hadiahnya insya Allah memuaskan,” kata Sunyoto.
Dengan konsep kebersamaan dan keterbukaan, PBN berharap kontes uji tembak batu akik ini mampu menghidupkan kembali gairah komunitas dan menjadikan batu akik kembali bernilai, bukan hanya sebagai koleksi, tetapi juga sebagai simbol persaudaraan. (ASB)
Editor : Redaksi