Potretkota.com – Persatuan Batu Nusantara (PBN) merayakan hari ulang tahun ke-2 dengan menggelar Kontes Silaturahim Batu Tembak, sebuah ajang unik yang mempertemukan ratusan pecinta batu akik dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga Kalimantan. Kegiatan ini digelar sebagai wadah silaturahmi sekaligus uji energi alami yang dipercaya terkandung dalam batu.
Pendiri PBN, Tubagus Sunyoto, mengatakan bahwa kontes ini bukan semata perlombaan, melainkan sarana mempererat persaudaraan sesama kolektor dan penggemar batu alam.
Baca Juga: Kontes Uji Tembak Batu Akik, PBN Bangkitkan Kembali Gairah Pecinta Batu Nusantara
“Tujuan utama kami itu silaturahim, mencari saudara. Yang kedua, kami ingin menguji seberapa besar kemampuan alam, seberapa besar kandungan energi yang ada di dalam batu. Supaya tidak hanya katanya ada kodam, ada ilmu, atau ada gaib, tapi diuji secara nyata,” ujar Sunyoto di sela kegiatan, Sabtu, (10/01/2026).
Dalam kontes ini, batu peserta diuji dengan metode tembak. Sebuah cincin yang berisi batu dibungkus tisu dan diletakkan di atas gelas. Kemudian, gelas tersebut ditembak menggunakan mimis. Jika gelas tidak bergeser atau hanya bergeser sedikit, batu tersebut dinilai memiliki energi dan kekokohan tinggi.
“Kalau gelas itu terkena mimis tapi tidak bergeser, berarti energinya penuh dan kuat. Itu nilainya tinggi dan bisa jadi juara satu. Kalau ada yang geser satu atau nol, itu jadi penentu juara dua dan tiga,” jelas Sunyoto.
Peserta berasal dari berbagai komunitas, di antaranya dari Kalimantan, Madura (Bangkalan), Pandawa Bangkalan, Proppang Sampang, hingga komunitas KBS Sampang. Setiap peserta bebas mengikutkan jumlah batu tanpa batas.
“Satu orang mau ikut 10 batu, 50 batu, bahkan 100 batu juga boleh. Yang ditembak tiap sesi 25 batu, lalu kita acak lagi dan ditembak ulang,” terangnya.
PBN sendiri merupakan singkatan dari Persatuan Batu Nusantara, sebuah komunitas yang fokus menghimpun para pecinta batu akik dan kolektor dari berbagai daerah. “Kita bersatu mencari saudara, merekatkan para pecinta batu, supaya komunitas ini solid dan hidup,” kata Sunyoto.
Salah satu peserta, Haji Husni dari Arosbaya, Bangkalan, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan PBN dan memberikan kesan positif. “Saya baru pertama kali ke sini. Penilaiannya lumayan bagus, tempatnya juga oke, box dan kotak-kotaknya rapi. Di sini memang cari saudara semua,” ujarnya.
Haji Husni juga mengungkapkan bahwa dunia batu akik masih memiliki nilai ekonomi tinggi. “Kalau pemasarannya tergantung kualitas. Ada yang harganya Rp50 ribu sampai jutaan. Kalau batunya bagus, ya mahal,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. “Semoga tetap sukses dan lancar terus,” tambahnya.
Ke depan, PBN juga merencanakan event yang lebih besar. Pada Agustus mendatang dan bulan Ramadan awal Maret, PBN berencana menggelar event akbar dengan sistem tiket. “Mungkin tiketnya Rp75 ribu sampai Rp100 ribu. Hadiahnya nanti ada sepeda motor dan banyak hadiah lainnya,” ungkap Sunyoto.
Kontes Batu Tembak PBN bukan hanya ajang adu kekuatan batu, tetapi juga menjadi ruang pertemuan budaya, ekonomi, dan persaudaraan para pecinta batu nusantara. (ASB)
Editor : Redaksi