Potretkota.com - Bertempat di Gedung serbaguna "Perjuangan" wilayah Surabaya Barat, Komunitas Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menggelar kegiatan "Cangkrukan Silaturahmi Surabaya Damai", Minggu (11/1/2025) sore. Acara ini merupakan wadah konsolidasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk mempererat kerukunan dan menjaga kondusifitas kota.
Kegiatan ini dihadiri oleh beragam organisasi masyarakat (ormas) dan komunitas lintas sektor, di antaranya Pemuda Pancasila, Madas Sedarah, perguruan pencak silat, komunitas ojek online (ojol), hingga Karang Taruna di wilayah Surabaya Barat.
Baca Juga: Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pembongkaran Rumah Nenek Elina
Ketua Umum ARSAS, Herry Bimantara, menegaskan bahwa inisiasi ini lahir dari keinginan untuk menciptakan harmoni di tingkat akar rumput. Menurutnya, silaturahmi fisik atau "cangkrukan" adalah cara paling efektif untuk meredam potensi konflik.
"Penting bagi kita, antar elemen masyarakat, komunitas, dan ormas khususnya di wilayah Surabaya Barat, untuk saling mengenal lebih dekat. Dengan cangkrukan seperti ini, kita menjadi lebih akrab dan rukun. Jika sudah kenal dan saudara, gesekan sekecil apa pun bisa kita selesaikan dengan kekeluargaan," ujar Herry Bimantara dalam sambutannya.
Diskusi Panel dan Antisipasi Isu Provokatif
Acara berlangsung hangat dengan sesi diskusi yang dimoderatori langsung oleh jajaran Pembina ARSAS. Dalam sesi tanya jawab, para peserta aktif berdialog mengenai berbagai permasalahan sosial yang terjadi di wilayah Surabaya Barat.
Baca Juga: Madura Nusantara Serukan Penangkapan Aktor Intelektual Persekusi Lansia di Surabaya
Salah satu poin utama yang dibahas adalah maraknya isu-isu provokatif di media sosial yang seringkali memicu kegaduhan dan adu domba di tengah warga.
Para praktisi yang hadir memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi digital dan langkah hukum serta sosial dalam menanggapi provokasi agar tidak berujung pada tindakan anarkis.
Komitmen Bersama untuk Surabaya
Baca Juga: ARSAS: Suroboyo Iku Kuto Pahlawan, Duduk Kuto Preman!
Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh elemen masyarakat, komunitas, dan ormas yang hadir secara bersama-sama menyatakan komitmennya. Mereka bersepakat untuk saling menjaga, bersinergi dengan aparat, dan proaktif dalam mewujudkan Kota Surabaya yang nyaman, aman, dan damai.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah, simbol kuatnya persatuan "Arek Suroboyo" dalam menjaga martabat kotanya. (*)
Editor : Redaksi