Potretkota.com - Durian saat ini membanjiri pasar buah dan banyak terlihat di tepi jalan. Namun sayangnya, harganya masih tergolong tinggi untuk jenis durian lokal, baik montong serta bawor.
Salah satu penjual durian, M. Kabul mengatakan, tahun ini durian lokal dari Pasuruan tidak seperti tahun sebelumnya, meluber. "Sekarang kebanyakan dibanjiri durian lokal dari Bali, Sumatera dan Kalimantan," katanya, Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga: Guru ASN Gugat Aturan Perpanjang SIM di MK
Di beberapa tempat seperti Kecamatan Lumbang, Winongan, Pasrepan, Puspo, Tutur, Purwodadi dan Prigen dikenal dengan penghasilan durian lokal Pasuruan yang memiliki bentuk dan citarasa yang khas yakni gabungan rasa manis dan pait seperti jenis Kasmin dari Pasrepan.
Baca Juga: Kemarau Panjang, 14 Kabupaten di Jawa Timur Siaga Kekeringan
"Kalau durian lokal Pasuruan favoritnya Kasmin dan harganya sekarang relatif masih tinggi karena stocknya masih terbatas," jelasnya, durian lokal yang dijual oleh pedagang jenisnya montong lokal maupun import serta varian terbaru Bawor, durian unggulan Jawa Tengah.
Sementara, Rohman Hakim, Tengkulak durian di pasar buah Pasrepan mengaku, durian Kasmin dijual borongan tidak eceran. "Kasmin yang di pasar Pasrepan kebanyakan dijual borongan, satu ikat berisi 3 hingga 5 durian dengan harga Rp200-300 ribu setiap ikatnya," ujarnya.
Untuk mendapatkan durian yang bagus, Rohman menyarankan agar pembeli jeli. "Pilih penjual durian yang memberikan garansi atau memperbolehkan mencicipi dulu kalau cocok baru dibayar untuk mendapatkan durian sesuai keinginan," pungkas Rohman.
Baca Juga: Tiga Pencuri Sapi di Tutur Pasuruan Ditangkap Polisi
Kabupaten Pasuruan sendiri juga dikenal dengan buah duriannya. Namun, ada oknum penjual diatas motor dan mobil bak terbuka sekitar Masjid Cheng Ho Pandaan kerap menipu pembeli yang berwisata. Tak heran, karena sering viral, kepercayaan publik pun menurun. (dyt)
Editor : Redaksi