Potretkota.com - Polemik kompensasi Pemilu Legislatif (Pileg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo 2024 di tubuh Partai Demokrat menjadi sorotan. Dua kader partai mendesak agar persoalan kompensasi segera diselesaikan secara transparan dan adil.
Moh Sirojuddin mengatakan, sejauh ini hanya mendapatkan janji tidak ada kompensasi dari pemenang Pileg DPRD. Padahal, menurutnya kontribusinya di Partai Demokrat Sidoarjo sangat tinggi. Ia mendapat 6.244 suara, kalah tipis dari Zahlul Yussar, yang memperoleh 6.622 suara. Sementara caleg lainnya memperoleh suara yang bervariasi, mulai dari ratusan hingga puluhan suara.
Baca Juga: Jual Beli Jabatan, Kades di Tulangan Diputus 4 Tahun Penjara
“Kami hanya meminta kejelasan dan keadilan. Semua sudah berjuang, jadi harus ada transparansi dalam penyelesaian kompensasi,” kata Didin sapaan akrab Moh Sirojuddin, Kamis (23/4/2026).
Didin mengaku, besarnya kontribusi suara di daerah pemilihan 2(dapil) Sidaorjo seharusnya bisa menjadi dasar pertimbangan dalam pembagian kompensasi pasca-Pileg. Ia meminta DPC maupun DPD Partai Demokrat untuk tidak mengabaikan peran caleg dalam mendulang suara partai.
“Saya maju caleg kemarin itu utang ke bank Rp600 juta, sampai saat ini angsuran belum lunas," ungkap Didin.
Baca Juga: Catut Gubernur Khofifah, Jaksa Dapati Terdakwa Sri Setyo Pertiwi Pergi Luar Kota Tanpa Kursi Roda
Oleh karena itu, Didin akan memperjuangkan haknya di Partai Demokrat. “Saya sudah siapkan somasi, kalau tidak digubris, saya akan demo Partai Demokrat Jatim,” tegasnya.
Kompensasi, diatur dalam Peraturan Organisasi (PO) Partai Demokrat dan ditandatangani oleh Ketua Umum Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono, 7 Mei 2021. Dalam PO disebutkan bahwa caleg terpilih harus memberikan kompensasi kepada caleg tidak terpilih yang memenuhi syarat, yakni memperoleh minimal 10 persen dari total suara perolehan kursi.
Senada, Revindia Carina mengaku tidak ada kompensasi dari Mohamad Agil Effendi, pemenang Pileg dari dapil 1 Sidoarjo. Kompensasi yang pernah diperjuangkan selama ini terkesan terabaikan. Selama ini, baru sekali mendapat job MC untuk kegiatan saja, tidak ada kompensasi bernilai penting.
Baca Juga: Partai Demokrat Jatim Berpotensi Ganti Pengurus Jelang Pemilu 2029
Revindia Carina memperoleh 2.577 suara, sedangkan Mohamad Agil Effendi meraih raihan 6.747 suara. Adapun caleg lainnya mencatat perolehan suara yang relatif lebih kecil, berkisar antara puluhan hingga ratusan suara.
Dua kader ini menilai, jika persoalan ini tidak kunjung selesai, dikhawatirkan dapat memicu konflik internal yang lebih luas di tubuh Partai Demokrat. Apalagi, dinamika politik pasca-Pileg masih cukup sensitif di tingkat daerah. (ASB/SR)
Editor : Redaksi