Potretkota.com - Langkahnya pelan dan punggungnya sedikit membungkuk dimakan usia. Namun sorot mata Ropingi Rebin menyimpan semangat yang tak kalah dari para jamaah lain di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
Lelaki asal Banyuwangi berusia 103 tahun ini akhirnya bersiap menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Perjalanan spiritual yang selama bertahun-tahun ia nantikan kini berada di depan mata.
Baca Juga: Kelelahan dan Penyakit Penyerta Jadi Pemicu Tingginya Angka Kematian Jemaah Haji
Wajah Ropingi tampak tenang. Sesekali ia tersenyum kepada para petugas dan jamaah lain yang menyapanya. Tidak ada keluhan terlontar, hanya rasa syukur yang terus ia ucapkan.
“Alhamdulillah senang akhirnya bisa berangkat haji. Semua karena Allah, semua sudah saya pasrahkan sama Allah,” tuturnya, Rabu (13/5/2026).
Sosok Ropingi mencuri perhatian Asrama Haji Surabaya. Ia menjadi salah satu jamaah haji tertua asal Banyuwangi pada musim haji tahun ini. Usia yang telah melewati satu abad ternyata tak mampu memudarkan tekadnya untuk menyempurnakan rukun Islam kelima.
Perjalanan menuju Baitullah bukanlah hal mudah bagi pria seusianya. Namun Ropingi memilih menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Baginya, kesempatan berangkat ke Tanah Suci adalah anugerah besar yang patut disyukuri sepenuh hati.
Ia berangkat seorang diri. Kedua anaknya sebenarnya juga telah mendaftar haji, tetapi perbedaan waktu pendaftaran membuat mereka belum bisa mendampingi sang ayah tahun ini.
Baca Juga: PPIH Debarkasi Surabaya Berikan Layanan Khusus bagi Jemaah Lansia dan Pengguna Kursi Roda
“Saya diberangkatkan oleh anak saya. Setelah saya didaftarkan, beberapa tahun berikutnya dua anak saya juga mendaftar. Karena berbeda waktu pendaftaran, saya hanya bisa berangkat sendiri,” katanya.
Meski demikian, kesendirian tak membuat semangatnya surut. Sebelum keberangkatan, Ropingi justru disiplin menjaga kondisi tubuh. Setiap pagi ia rutin berjalan kaki demi menjaga kebugaran agar kuat menjalani seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Persiapannya disuruh olahraga jalan pagi supaya kuat beribadah di sana nanti,” ungkapnya sambil tersenyum.
Baca Juga: Jamaah Haji Asal Jombang Coba Kabur dari Asrama Haji Surabaya
Di balik keberangkatannya, tersimpan doa-doa sederhana seorang kakek untuk keluarga tercinta. Setibanya di Tanah Suci nanti, Ropingi ingin memanjatkan doa untuk anak dan cucunya agar selalu diberi kesehatan dan keselamatan.
“Harapannya ketika sampai di Tanah Suci nanti ingin berdoa panjang umur, anak cucu sehat semuanya. Semangat terus supaya ibadahnya lancar, berangkat dan pulang selamat,” tuturnya penuh harap.
Kisah Ropingi menjadi pengingat bahwa usia bukanlah penghalang untuk memenuhi panggilan suci. Di tengah keterbatasan fisik yang dimiliki, ia menunjukkan keteguhan hati dan keyakinan yang begitu besar. Dengan langkah pelan namun penuh keyakinan, Ropingi berangkat menuju Tanah Suci membawa harapan, doa, dan ketulusan yang menginspirasi banyak orang. (KF)
Editor : Redaksi