Jamaah Haji Asal Jombang Coba Kabur dari Asrama Haji Surabaya

avatar potretkota.com
PPIH Perketat Pengawasan CCTV
PPIH Perketat Pengawasan CCTV

Potretkota.com - Suasana Asrama Haji Embarkasi Surabaya sempat dihebohkan oleh aksi seorang jamaah haji asal Jombang berusia sekitar 60 tahun yang berusaha kabur area asrama pada Kamis (7/5/2026) malam.

Jamaah yang tergabung dalam Kloter 62 tersebut berhasil diamankan petugas keamanan bersama rombongan jamaah lainnya sebelum keluar dari area asrama.

Baca Juga: Kelelahan dan Penyakit Penyerta Jadi Pemicu Tingginya Angka Kematian Jemaah Haji  

Peristiwa itu terjadi tidak lama setelah para jamaah menempati kamar masing-masing. Diduga, jamaah tersebut merasa tidak nyaman karena tidak berada dalam satu kamar dengan istrinya dan sempat meminta untuk pulang.

Ketua Kloter 62 asal Jombang, Hasanuddin Joyolampit, mengatakan bahwa kondisi jamaah saat ini masih dalam penanganan tim medis di Rumah Sakit Menur Surabaya. “Insyaallah tadi sudah dibawa ke Rumah Sakit Menur. Saat ini masih menjalani observasi dan menunggu hasil pemeriksaan. Dokter pendamping juga berada di sana,” ujar Hasanuddin.

Menurutnya, insiden tersebut dipicu rasa tidak nyaman saat jamaah mulai masuk ke kamar bersama rombongan lain. “Awalnya saat masuk kamar mungkin merasa kurang nyaman dan tidak mau bergabung dengan teman-temannya, lalu meminta pulang,” katanya.

Hasanuddin juga membenarkan bahwa jamaah tersebut meminta agar bisa ditempatkan satu kamar dengan istrinya selama berada di asrama haji. “Permintaannya ingin satu kamar dengan istrinya. Memang berangkat bersama istrinya,” lanjutnya.

Proses evakuasi menuju rumah sakit sempat berlangsung cukup alot karena jamaah tersebut menolak menjalani pemeriksaan medis. Namun setelah dibujuk pihak keluarga, termasuk anaknya dan sejumlah jamaah satu kloter, ia akhirnya bersedia menjalani observasi lebih lanjut.

Terkait kepastian keberangkatan jamaah tersebut ke Tanah Suci, Hasanuddin menyebut keputusan masih menunggu hasil observasi dokter. “Keputusan keberangkatan masih menunggu hasil observasi dokter. Kewenangannya ada pada dokter,” pungkasnya.

PPIH Perketat Pengawasan CCTV

Baca Juga: Turnamen Biliar Bhayangkara Cup 2026 Siapkan Hadiah Rp50 Juta

Pasca insiden tersebut, PPIH Embarkasi Surabaya langsung memperketat pengawasan di lingkungan asrama haji dengan mengoptimalkan pemantauan melalui kamera pengawas atau CCTV.

Kabid Akomodasi PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) Embarkasi Surabaya, Fentin Istifa’iyah, mengatakan saat ini terdapat 78 titik CCTV aktif yang memantau aktivitas jamaah di berbagai area strategis.

Kamera pengawas dipasang di pintu masuk, gedung penginapan jamaah, jalur portal timur dan barat, hingga akses menuju Rumah Sakit Haji Surabaya dan jalur khusus ambulans. “Pengawasan kami perketat melalui CCTV di berbagai titik untuk memantau pergerakan jamaah,” ujar Fentin.

Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan agar jamaah tidak terpisah dari rombongan maupun keluar dari area asrama tanpa pengawasan petugas. “Terutama saat proses keberangkatan agar jamaah tidak terpisah dari rombongan dan kejadian yang tidak diinginkan bisa dicegah,” katanya.

Selain memantau pergerakan jamaah, petugas juga meningkatkan pengawasan di area gudang penyimpanan barang guna mengantisipasi kehilangan barang bawaan calon jamaah haji.

Baca Juga: PPIH Debarkasi Surabaya Berikan Layanan Khusus bagi Jemaah Lansia dan Pengguna Kursi Roda

Insiden jamaah yang mencoba keluar dari area asrama menjadi bahan evaluasi penting bagi petugas keamanan Embarkasi Surabaya. Beruntung, aksi tersebut berhasil dicegah sebelum jamaah keluar dari lingkungan asrama.

“Penambahan dan optimalisasi CCTV dilakukan untuk memastikan seluruh aktivitas jamaah dapat terpantau dengan baik,” lanjut Fentin.

Padatnya jadwal pemberangkatan haji tahun ini juga menjadi alasan pengamanan diperketat. Dalam sehari, Asrama Haji Embarkasi Surabaya dapat memberangkatkan hingga lima kelompok terbang atau kloter.

“Harapannya seluruh proses pemberangkatan jamaah haji berjalan aman, tertib, dan seluruh jamaah tetap dalam pengawasan petugas,” pungkasnya. (KF)

Berita Terbaru