KPU: Suara Perempuan di Jatim 50% Lebih

potretkota.com

Potretkota.com - Koalisi Perempuan Indonesia Jawa Timur (KPI Jatim) mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim untuk menyampaikan suaranya, terkait issue kampanye Golongan Putih (Golput).

Ketua KPI Jatim Wiwik Afifah menyatakan, selama ini sudah membangun kesadaran Politik bagi perempuan. Pasalnya, dirinya ingin perempuan bisa duduk di Parlemen untuk mewakili perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Karena itu, ia selalu merespon issue politik yang berkembang.

Baca juga: Demi Kebaikan Warga, Praktisi Hukum Usulkan Rahmat Muhajirin dan Bupati Sidoarjo Berdamai

Sesuai konsen KPI yang ikut membangun demokrasi serta kesadaran politik perempuan Indonesia, menurut Wiwik dengan merebaknya kampanye golput akan turut melemahkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum, khususnya suara pemilih pemula baik perempuan maupun laki-laki.

"Kami sebagai organisasi perempuan, selama ini fokusnya membangun demokrasi di Indonesia. Khususnya kesadaran politik untuk perempuan. Karena selama ini kami mendorong perempuan untuk maju di Parlemen. Dengan adanya perempuan di parlemen, maka akan membuat arah kebijakan yang berkaitan dengan persoalan perempuan dan anak," kata Wiwik di kantor KPU Jatim, Rabu (13/3/2019).

Selain itu, KPI Jatim memintakan supaya KPU dapat memberi pendidikan pada Calon legislatif (Caleg) perempuan. Agar Caleg perempuan mampu bersaing dengan Caleg laki-laki.

Melalui edukasi tersebut, menurutnya membantu perempuan di dalam memenangkan Pileg (Pemilihan Legislatif). Apalagi, saat ini kata wanita yang juga berprofesi sebagai Pendidik tersebut, selain issue golput juga issue Sara juga banyak dihembuskan.

Baca juga: Rahmat Muhajirin Suami Mimik Idayana Laporkan Bupati Sidoarjo Subandi ke Bareskrim Polri

"Kami juga mendorong KPU agar menyampaukan pada Partai Politik, bagaimana menguatkan Caleg Perempuan. Agar perempuan tidak sekadar dijadikan syarat administrasi, namun juga ada afirmasi, untuk menguatkan perempuan bisa bertanding dengan caleg laki-laki. Dan, mengantarkan hingga pada Parlemen," jelas Wiwik.

Sementara, Komisioner KPU Jatim, Rohani menyambut hangat kedatangan 12 perempuan dari KPI Jatim di kantornya. Menurutnya, dari Komisioner KPU Devisi SDM, jumlah suara perempuan lebih besar dari laki-laki. Sedangkan untuk Jatim sendiri ada 50% lebih suara perempuan.

"Kami sampaikan terimakasih pada KPI karena sudah datang ke sini (KPU). Apalagi terkait dengan isu-isu yang sudah disampaikan pada kami sebagai penyelenggara Pemilu tingkat Provinsi," ungkap Devisi SDM dan Litbang KPU tersebut.

Baca juga: Partai Demokrat Jatim Nilai Rasiyo Turut Selamatkan RS Pura Raharja

Rohani juga menyampaikan, bahwa perempuan yang berada di Komisioner KPU saja sudah ada 26 perempuan yang tersebar di Kabupaten/Kota. Sehingga, saat ini perempuan tidak dikhawatirkan lagi kiprahnya dalam dunia politik.

Terkait dengan kampanye partai, pihak KPU tidak bisa ikut campur terlalu jauh ke Partai Politik. Pihak KPU hanya bisa memberi edukasi pada partai terkait dengan aturan mainnya dalam kampanye agar tidak melakukan pelanggaran. Karena menurutnya, orang atau kelompok melakukan pelanggaran itu karena tidak paham. "Bagaimana melakukan kampanye dengan kampanye yang sehat. Karena, apabila itu dilakukan (pelangggaran dalam kampanye) akibatnya bisa pada pidana," tutup Rohani. (Qin)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru