Potretkota.com - Sedang menerima banyak tamu penting, rumah Usman Hakim Ketua Partai Bekarya DPD Kota Surabaya di Jalan Ploso Timur 6 Surabaya, tiba-tiba didatangi anggota Reskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (15/5/2019).
Namun sayang, kedatangannya tersebut sepertinya salah sasaran. Pimpinan Aipda Salim beserta anggotanya yang membawa surat perintah penggeledahan tak lama kemudian balik kanan.
Baca juga: Aroma Politik Festival Reog Ponorogo 2026, Kemenangan Kyai Lodra Dicurigai Sudah Skenario
Menurut Usman Hakim, anggota polisi yang sudah melakukan penggerebekan salah sasaran dan terkesan tidak profesional. "Saya daftar Caleg DPRD Surabaya tidak asal-asalan. Daftar itu ditest urin narkoba dulu," katanya kepada Potretkota.com.
Ketua Bajol Penggondol Gol (Balgo) Superter Persebaya ini kesal, karena kedatangan polisi, tamunya bubar semua. "Saya kan jadi malu sama tamu-tamu undangan," akunya.
Baca juga: Jalan Terjal Emil dan Ancaman Kuda Hitam
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pemuda Surabaya (Pusura) Bidang Dana dan Usaha berharap, agar polisi dapat bekerja secara profesional. "Kalau cari sasaran itu yang pas, jangan sampai mempermalukan orang lain dan kesannya cari-cari kesalahan," tambah Hakim mengaku dari kecil tidak mengenal narkoba.
Perlu diketahui, sebelum ke Rumah Usman Hakim, polisi sebelumnya menggeledah rumah Wati, istrinya Hakim di Jalan Kapas Krampung Gang Buntu Surabaya. Informasinya, polisi datang ke rumah Wati dan Hakim atas laporan dari masyarakat. "Ini laporan fiktif, hoax, spionnya harus segera ditangkap," pungkas Hakim didampingi Ketua RT Budi.
Baca juga: Partai Demokrat Jatim Berpotensi Ganti Pengurus Jelang Pemilu 2029
Sementara, Aipda Salim saat dikonfirmasi wartawan hanya meminta maaf. "Saya malu, minta maaf atas kejadian ini," akunya singkat. (Hyu)
Editor : Redaksi