Gubernur Jatim Rencana Bangun 9 Kawasan Industri

potretkota.com
Foto: dokumen humas Pemprov Jatim

Potretkota.com - Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo S.H., M.Hum menganggap perlu diwilayah kerjanya dibangun kawasan-kawasan industri. Tujuannya, dengan majunya sektor perindustrian, kesejahteraan masyarakat meningkat.

“Agar industrialisasi bisa semakin maju harus didukung beberapa hal, di antaranya perizinan yang mudah, tersedianya lahan, serta tersedianya SDM dan listrik,” katanya saat menjadi Keynote Speaker pada acara Public Hearing Pembahasan Raperda Tentang Rencana Pembangunan Industri Pro Jatim 2017-2037 di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Rabu (24/1/2018).

Baca juga: Hakim Tipikor Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah di Pokir Kusnadi

Saat ini, menurut Gubernur Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo, saat ini di Jatim sudah ada tujuh kawasan industri yang tersebar di beberapa wilayah, yakni 1 kawasan di Surabaya, 3 kawasan di Kab Gresik, 1 kawasan Kab. Sidoarjo, 1 kawasan di Kab. Mojokerto dan 1 kawasan di Pasuruan. Ketujuh kawasan industri berada di atas lahan seluas 4.759,5 ha.

“Meskipun sudah memiliki 7 kawasan industri, dirasa masih kurang dalam memberikan pemerataan pembangunan di setiap wilayah Jatim. Oleh sebab itu, masih perlu dibangun beberapa kawasan industri di beberapa kabupaten kota di Jatim, “ terang Pakde Karwo.

Pihaknya merencanakan akan membangun 9 kawasan industri di beberapa wilayah lain diantaranya di Jombang, Tuban, Malang, Lamongan, Banyuwangi, Bangkalan dan Madiun. Selain itu juga akan dibangun di wilayah yang sudah ada kawasan industrinya yakni Gresik dan Mojokerto.

“ Untuk mewujudkannya Pemprov Jatim akan menyediakan lahan seluas 31.584,78 ha,” ungkap Pakde Karwo..

Baca juga: Gubernur Khofifah Sambangi Unit Rehabilitasi Sosial di Pasuruan 

Pakde Karwo menambahkan, ditetapkannya wilayah pusat pertumbuhan industri (WPPI) juga bertujuan mendorong terbentuknya suatu wilayah yang berperans sebagai penggerak utama pengembangan suatu wilayah.

Adapun beberapa kriteria peentapan WPPI diantaranya memiliki potensi SDA, kelengkapan sistem logistik dan transportasi, penguatan dan pendalaman rantai nilai, kualitas dan kuantitas SDM dan memiliki potensi dalam perwujudan industri hijau.

Dengan diperbanyaknya kawasan industri, maka juga harus diimbangi dengan meningkatnya daya saing di kancah global. Modal dasar dari meningkatnya dasa saing adalah memiliki SDM yang bagus, menggunakan teknologi, inovasi dan kreatifitas serta adanya sumber daya alam.

Baca juga: Kelebihan Bayar TPP PNS Kominfo Jatim Diminta Lagi Transfer ke Rekening Pribadi Indriyanti

Ketiga hal tersebut, lanjut Pakde Karwo, juga harus didukung penataan ruang yang sesuai dengan peruntukan yang meliputi pola ruang dan struktur ruang. Kemudian didukung kebijakan dan regulasi yaitu perizinan pengendalian lokasi, investasi dan pengendalian lingkungan. Selanjutnya juga didukung pembiayaan yang berasal dari penanaman mdoal asing (PMA), penanaman modal domestik fasilitas dan penanaman modal domestik non-fasilitas. (St)

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru