KPH Pasuruan Timbun Limbah di Hutan Produksi

potretkota.com

Potretkota.com - Ditemukan tumpukan karung berisi ampas susu beraroma busuk di buang sembarangan di kawasan hutan produksi terletak di Desa Dawuan Sengon, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Diduga kuat, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) itu berasal dari PT Indolakto.

"Bahwa tumpukan karung atau sak berwarna putih yang didalamnya berisi limbah ampas susu tersebut di duga berasal dari PT Indolakto," kata Reni warga setempat, Minggu (27/10/2019)

Baca juga: Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah Domestik Kota Blitar Ada NPHD

Awal menemukan limbah, menurut perempuan 42 itu mengaku, awalna melintas di jalan kawasan hutan produksi Desa Dawuan sengon. Setelah itu, mencium bau menyengat dan aromanya sangat busuk yang membuatnya sulit bernafas. "Kemudian saya penasaran dan mencarinya, lalu menemukan ternyata ada tumpukan karung atau sak warna putih yang di dalamnya berisi ampas susu," akunya.

Baca juga: Kayu Ilegal Tangkapan TNI AL Diserahkan Gakkum Jabalnusra

Reni menduga, tumpukan sejumlah karung sak yang berada di kawasan hutan produksi sengaja didatangkan pihak tertentu. "Pastinya ada yang mendatangkan limbah-limbah itu. Takutnya kalau sering di buang situ, nantinya akan menjadi langganan pembuangan limbah, sehingga kawasan hutan tersebut menjadi tercemar," ujarnya.

Dilain sisi, Asisten Perhutani (Asper) Lawang Timur, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan Dalih mengaku pihaknya yang mendatangkan sejumlah karung sak limbah ampas susu milik PT Indolakto. "Rencananya limbah tersebut digunakan untuk pupuk organik. Kita yang mendatangkan limbah-limbah itu. Karena bagus digunakan untuk pemupukan tanaman," akunya.

Baca juga: Sanitasi Layak dan Aman adalah Kebutuhan Dasar

Pria asli Trawas Mojokerto tersebut juga menjelaskan, bahwa sudah mendapat ijin dari ADM Perhutani untuk mendatangkan limbah tersebut. "Semua ini untuk inovasi, makanya ADM menyetujui. Bila berhasil limbah ampas susu ini akan digunakan untuk memupuk seperti tanaman sengon, pinus, kopi dan lainnya yang ada di kawasan hutan produksi," terangnya. (Mat)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru