CV Gendis Garap Proyek Aspal Asal Jadi

potretkota.com

Potretkota.com - Warga Desa Mangguan, Kecamatan Paserpan protes adanya pekerjaan peningkatan jalan. Pasalnya jalan aspal yang baru di bangun tersebut terlihat berantakan serta hampir seluruh pekerjaan jalan itu mengalami keretakan dan bergelombang.

Dikatakan warga setempat Saiful (48) bahwa sangat disayangkan pekerjaan proyek peningkatan jalan aspal yang baru dibangun di Desa Mangguan terkesan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi. Sebab melihat jalan aspal itu hampir seluruh mengalami keretakan serta bergelombang. "Dalam hal ini, kami minta selaku kontraktor bertanggung jawab," ujar Saiful kepada pewarta, Senin (25/11/2019)

Baca juga: Terdakwa Ganjar Pemkot Surabaya Ingat Terima Uang dari PT Arisco Cipta Graha Sarana Rp100 Juta

Hasil penulusuran yang didapat, bahwa pekerjaan proyek tersebut hasil pengajuan dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. "Untuk itu kami minta selaku dinas terkait memberi teguran terhadap kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut. Bila perlu blacklis sekalian karena pekerjaanya asal jadi," terangnya.

Baca juga: Hakim Tipikor Heran Perkara Ganjar Pemkot Surabaya Bisa Naik

Sementara dari Dinas pekerjaan umum Bina Marga, Kabupaten Pasuruan, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Cahyo Fajar mengatakan, kontraktor yang mengerjakan proyek peningkatan jalan di Kecamatan Paserpan sudah dapat teguran. "Bila tidak segera di benahi, maka sanksinya dari pihak dinas tidak akan membayar pekerjaan tersebut. Karena untuk saat ini saya maklumi, karena pekerjaan tersebut masi masa pemeliharaan," ucapnya.

Baca juga: Gara-gara Saksi Calvary Abadi, Syamsul Hariadi DSDABM Pemkot Surabaya Dipanggil Hakim Lagi

Terlihat papan nama proyek tersebut dari Dinas pekerjaan umun Bina Marga dengan pekerjaan peningkatan jalan Mangguan- Compring, Kecamatan Paserpan, Kabupaten Pasuruan. Kontrak pekerjaan 17 September 2019 dengan masa waktu 90 hari. Sumber dana dari DAU dengan nilai Rp 397.932.000. Dikerjakan oleh Pelaksana CV Gendis dan Pengawas CV Inti Teknik Bumi. (Mat)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru