Potretkota.com - Dwi Yuni Astutik alias DYA membantah telah menerima suplai limbah dari PT Aryaguna Sejahtera Abadi (ASA). Bahkan perempuan yang tinggal di Desa Bendotretek Kecamatan Prambon Sidoarjo ini mengaku tidak kenal dengan Totok Jahuri bos PT ASA yang tinggal di Perumahan Bumi Papan Selaras, Krian Sidoarjo.
“PT ASA saya engga tau. Ga sama sekali. Kok tanya saya?” dalih Dwi Yuni Astutik, Jumat (21/8/2020) malam.
Baca juga: Desak Audit Total, AMAK Soroti Revitalisasi Pasar Keputran
Begitu pun dengan Totok Jahuri, bos PT ASA, mengaku tidak kenal dengan DYA. “lho ini kan sampean yang kenal, coba di tanya, kenal saya apa nggak,” ujarnya.
Deni sapaan akrab Totok Jahuri ini malah bertanya, kapan Potretkota.com mendapat gambar dalam berita Transportir PT ASA Diduga Buang Limbah Ngawur. “Itu foto diambil tahun berapa ya?” tanyanya.
Baca juga: DPRD Soroti Pemasangan Tiang dan Kabel Wifi di Kota Pasuruan
Sebelumnya, perusahaan transportasi PT ASA yang berkantor di kawasan Desa Jeruk Legi RW 2 Balongbendo Sidoarjo, diduga membuang limbah sembarangan. Perusahaan milik Totok Jahuri telah membuang limbah disalah satu rumah kawasan Desa Bendotretek, Prambon Sidoarjo, milik DYA.
DYA sendiri, melalui suaminya Bambang disebut narasumber mendapat limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berupa kemasan terkontaminasi salah satunya drum, kaleng dan juga limbah toluene atau solvent. Limbah solvent, dibeli dari PT ASA dengan harga sekitar Rp 500 ribu perdrum.
Setelah diolah, diduga kuat limbah dipakai untuk bahan campuran pembuatan cat. Oplosan secara ilegal yang sudah jadi, kemudian dijual lagi oleh DYA ke beberapa toko sepatu, cat besi juga cat tembok di wilayah Mojokerjo dengan harga sekiar Rp 1,5 juta.
Baca juga: Bos Kontraktor Ini Diperiksa Hakim Tipikor Surabaya Awal Tahun 2026
Selain mengambil bahan limbah dari PT ASA, DYA juga disebut-sebut mendapat suplai dari perusahan pakan ternak dikawasan Wonoayu Sidoarjo jenis solvent, bekas printing pembuatan sak.
“Dulu Bu Yuni (DYA) pernah didatangi Polda Jatim untuk dimintai keterangan, tapi kasusnya tidak lanjut,” jelas narasumber juga menyebut usaha limbah B3 DYA sering dikeluhkan oleh warga. (Hyu)
Editor : Redaksi