Warga Tanah Merah Minta Proyek Mitratel Dibongkar

potretkota.com

Potretkota.com - Perkara perizinan ataupun kompensasi menara Telkomsel yang dibangun kontraktor CV Rosi Jaya Teknik tidak kunjung selesai. Warga pun marah meminta agar menara Base Transceiver System (BTS) dibongkar.

Kepada Potretkota.com, Rahayu anggota Gerakan Putra Daerah (GPD) yang mendampingi warga mengaku geram dengan proyek yang dibangun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) anak perusahaan Telekomunikasi Indonesia (Telkom). "Ini pekerjaan perusahaan plat merah tapi kok ngawur," tegasnya, Kamis (17/9/2020).

Baca juga: ARSAS Soroti Rasa Keadilan dalam Seleksi PPDB Surabaya 2026 

Kesan ngawur disampaikan karena pihak Mitratel ataupun kontraktor pelaksana tidak pernah mengajak diskusi warga akan pendirian menara Base Transceiver System (BTS). "Kalau tetap begini, kami minta tower dibongkar. Tidak usah pasang di Tanah Merah," tambahnya.

Rahayu didampingi kuasa hukumnya Shodiqin bahkan mengancam, akan membawa perkara ini ke ranah hukum jika proyek menara BTS tidak mengindahkan warga. "Kalau tidak ingin dibawa ke hukum, jangan meremehkan warga," pungkasnya.

Baca juga: Indonesia Kerjakan Kapal Selam Scorpene

Sementara, Arief Yanuarianto Direktur CV Rosi Jaya Teknik melalui Sudiono Basuki masih menjanjikan warga untuk mediasi. Namun, hampir seminggu, pria kelahiran Sidoarjo tahun 1983 ini slintutan.

Untuk diketahui, menara BTS yang dibangun dirumah warga setingi 20 meter dari permukaan tanah disoal. Sebab, preyek perusahaan plat merah selain diduga kuar tidak ada izinnya, juga beberapa warga sekitar radius rebahan tower tidak dapat kompensasi.

Baca juga: Munculnya Gerakan Masyarakat Sipil sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Rezim Prabowo–Gibran

Kompensasi yang diberikan kontraktor diduga kuat hanya satu keluarga, tak lain orang tua, anak dan menantu yang tidak tinggal dirumah radius rebahan menara. (Hyu)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru