Potretkota.com - Diduga, Rumah Sakit (RS) Haji Surabaya lebih mementingkan syariah kendaraan bermotor ketimbang pasiennya. Buktinya, terpampang jelas plakat parkir khusus perempuan yang ada di kendaraan roda dua dan empat.
Mendapati hal ini, Humas RS Haji Surabaya Djati Setyo Putro enggan berkomentar jauh. "Itu beda. Parkiran motor itu, Rumah Sakit tidak ikut cawe-cawe (ikut-ikut), Kok melebar ke parkir. Kalau itu soal parkiran saya ga mau jawab," jelasnya usai menyaksikan rekontruksi dugaan pidana cabul perawat terhadap pasien pendekar Pagar Nusa, Selasa (9/3/2021).
Baca juga: Pembayaran 16 Ribu Pasien SKTM RSUD dr Ishak Disunat
Menurut Djati, perawat dalam menjalankan tugas sudah sesuai SOP (Standard Operating Procedure) RS Haji Surabaya. "Menangani pasien langkah-langkahnya sudah ada semua. Membuat SOP itu juga dari ilmu kedokteran dan aturan paling rendah itu SOP," terangnya.
Juga dikatakan Djati, RSU Haji Surabaya adalah rumah sakit umum yang melayani semua golongan masyarakat, semua agama dan semua tingkat sosio ekonomi. "Ya kebetulan yang ada perawat laki-laki, tergantung siftnya. Kadang bergantian ada yang jaga didalam. Kebetulan perawat yang jaga itu Rz. Kalau yang jaga perawat cewek dan pasiennya cowok bagaimana? Ya ditangani perawat cewek. Siftnya giliran selalu berputar, karena tenaga kita terbatas, jadi sesuai sift," katanya.
Baca juga: Kuasa Hukum Ganda Sebut Perkara 'Suka Sama Suka', Bantah Tuduhan Cabul
Djati menyebut, dalam menangani pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD), perawat engga harus dua dan bisa satu. "Kalau rawat inap kamarnya beda, kalau cewek ya khusus cewek, kalau cowok ya cowok semua pasiennya," pungkasnya.
Sementara, Danny Wijaya SH, kuasa hukum pelapor mengaku kecewa. Alasannya, yang dikhususkan untuk perempuan RS Haji Surabaya hanya parkiran saja. Namun, pelayanan ataupun penanganan terhadap pasien perempuan tidak dikhususkan. "Setahu saja, RS Haji Surabaya punya Pemerintah yang setiap tahunnya punya alokasi anggaran. Kalau tenaga medis terbatas, itu kan aneh. Nama saja rumah sakit haji, tapi kenapa tidak menerapkan nilai-nilai islamnya? Kalau menangani pasien sesama jenis kan bisa menghindari pelecehan," timpalnya.
Baca juga: Pelatih Karate Cabul Minta Penahanan Ditangguhkan
Untuk diketahui, Rabu 24 Februari 2021, anggota Pendekar Pagar Nusa berinisial DIS mendatangi Polrestabes Surabaya. Perempuan 19 tahun datang ke SPKT karena tidak terima atas perbuatan oknum perawat RS Haji inisial Rz yang telah melakukan pelecehan seksual saat menjalani pemeriksaan di IGD. (SA)
Editor : Redaksi